tolak
Aksi tolak reklamasi yang terus digelorakan oleh Desa adat di Bali. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Aksi penolakan reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa tidak henti-hentinya digelorakan oleh Desa Adat di Bali yang tergabung dalam Pasubayan Desa Adat/Pakraman tolak reklamasi. Seperti Minggu (7/5), Desa Adat Intaran, Sanur kembali menggelar aksi kedua kalinya yang setelah sebelumnya dilakukan pada 17 Juli 2016 lalu bersama Desa Adat Sanur dan Desa Adat Penyaringan.

Ribuan masa yang tergabung dalam Pasubayan Desa Adat/Pakraman tolak Reklamasi dan ForBALI juga turut mendukung aksi parade budaya tersebut. Mereka berkumpul dari jam 15.00 wita di Wantilan Desa Adat Intaran jalan Danau Buyan Sanur. Kemudian melakukan long march menuju perempatan Pantai Sindhu-Bay Pass Ngurah Rai (Catus Pata) sambil meneriakkan yel-yel tolak reklamasi Teluk Benoa yang diiringi dengan parade ogoh-ogoh dan bale ganjur.

Pada aksinya kali ini, mereka tetap secara konsisten meminta kepada presiden Jokowi untuk segera membatalkan dan mencabut Perpres No. 51 Tahun 2014 yang dikeluarkan pada masa presiden SBY dan manyatakan sikap bahwa tidak takut akan intimidasi dari pihak manapun yang selama ini mengkriminalisasi para aktivis ForBali.

Baca juga:  Besakih dan Pempatan Hujan Abu

Aksi pernyataan sikap tolak reklamasi ini dikawal oleh jajaran kepolisian dari Polresta Denpasar, Polsek Denpasar Selatan dan Polda Bali, serta pecalang setempat. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pihaknya Polresta Denpasar sebelum aksai telah menghimbau kepada masyarakat agar menghindari arus lalu lintas di Simpang Empat GGB, di simpang Danau Tempe – jalan By Pas Ngurah Rai dan mencari jalan alternatif seperti dari Arah Tohpati bisa melewati Jalan Waribang Kesiman arah Kota, jalan Hangtuah menuju Renon, jalan Hangtuah menuju Hotel GGB, Sanur. Sementara dari arah Pesanggaran, jalan yang bisa dilalui yaitu Jalan Raya Sesetan menuju Kota, jalan Pemelisan Suwung Batan Kendal, jalan Danau Tempe, jalan Tirta Nadi, jalan Bet Ngandang Sanur dan jalan Danau Tondano.

Aksi parade budaya ini juga dimeriahkan oleh band-band yang secara konsisten menolak reklamasi Teluk Benoa, seperti Scared of Bums, The Bil Hard, Geekssmile, Paingul By Kisses, Rastafara Cetamol, Discotion Pill, Masekepung Band, dan Diloka Band. (winata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.