danau
Kegiatan restoking untuk memulihkan populasi ikan di Danau Batur Kintamani. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Populasi ikan yang ada di perairan Danau Batur Kintamani sempat berkurang akibat adanya semburan belerang. Dimana belerang yang menyembur dari dasar danau berdampak pada matinya ribuan ekor ikan yang hidup liar di danau Batur secara masal. Untuk memulihkan kembali populasi ikan di Danau Batur, Pemkab Bangli Jumat (28/4) melakukan penebaran benih ikan (restoking) sebanyak ratusan ribu ekor.

Kegiatan restoking dilaksanakan di Desa Kedisan Kintamani. Dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum Wayan Warta Megantara, kegiatan restoking yang dilaksanakan serangkaian peringatan HUT Kota Bangli ke – 813 diikuti sejumlah pimpinan OPD Pemkab Bangli dan masyarakat.

Wayan Megantara yang dalam kesempatan hadir mewakili Bupati Bangli Made Gianyar menyampaikan bahwa kegiatan restocking adalah langkah terbaik untuk memulihkan kembali sekaligus meningkatkan jumlah populasi ikan di perairan umum Dana Batur. Secara tidak lansgung kegiatan restoking ini juga membantu masyarakat dalam pemenuhan ikan protein hewani dan meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar Danau Batur. Untuk itu pihaknya berharap kepada masyarakat dan petani ikan di kawasan seputaran danua batur agar tetap membantu program pemerintah dalam pengembangan perikanan berwawasan lingkungan dan tetap menjaga kelestarian Danau Batur.

Baca juga:  Rusak Parah, Jalan di Desa Pinggan Dikeluhkan

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sukartana menyampaikan bahwa kegiatan restoking merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Pemkab Bangli setiap tahunnya. Pada Jumat kemarin, jumlah benih ikan yang ditebar di Danau Batur sebanyak 100 ribu ekor.

Tak hanya di Desa Kedisan, kegiatan restoking juga akan dilakukan secara bertahap pada tahun ini. Sesuai yang telah direncanakan pada 19 Agustus mendatang restoking akan dilakukan di Desa Buahan sebanyak 50 ribu ekor, Desa Abang Batu Dinding sebanyak 50 ribu ekor, dan di Hulundanu Desa Seongan sebanyak 100 ekor pada 23 September mendatang.

“Untuk melaksanakan kegiatan restoking secara terus menerus dan berkelanjutan dari tahun ke tahun, perlu juga adanya dukungan dari pihak-pihak terkait baik dari pihak swasta, pelaku usaha perikanan maupun masyarat umum,” kata Sukartana. (dayu rina/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.