kios
Keluarga korban kebakaran menggelar ritual duurmengala di tempat jualannya yang terbakar di Pasar Adat Mengwi, Badung, Rabu (29/3). Kebakaran yang menghanguskan dua los dagangan tersebut diduga terjadi akibat konsleting listrik. (BP/eka)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kobaran api di Pasar Adat Mengwi pada saat umat Hindu merayakan rahina ngembak geni (setelah Nyepi) Rabu (29/3), mengagetkan pedagang dan warga sekitar. Si jago merah melalap kios ditempati I Nyoman Wijaya (52) dan kerugian ditaksir Rp 10 juta.

Menurut Kapolsek Mengwi Kompol I Nengah Patrem, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Kebakaran tersebut membuat pedagang dan pengunjung pasar panik. Nyoman Wijaya berupaya menyalamatkan barang dagangannya dari korban si jago merah. “Kios tersebut menjual dupa, parfum dan aksesoris. Diduga kebakaran dipicu korsleting listrik,” ujarnya.

Api dapat dipadamkan setelah satu mobil pemadam Kabupaten Badung tiba di TKP dan mencegah api tidak menjalar ke kios lainnya. Setelah api benar-benar padam, aktivitas pasar kembali normal.

Baca juga:  Kebakaran di Lereng Gunung Batur Berhasil Dipadamkan

Hasil penyelidikan awal, kuat dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik karena sebelum Nyepi, kios itu kondisi aman dan pemiliknya tidak menyalakan dupa.

“Walau diduga arus pendek listri, tapi penyelidikan tetap kami lakukan. Kami mengimbau kepada para pedagang supaya rutin mengecek instalasi listriknya dan kalau ada kabel yang keropos secepatnya diganti,” ujar Kompol Patrem.(kerta negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.