MANGUPURA, BALIPOST.com – Untuk kedua kalinya, Badung mengalami outbreak akibat makanan. Setelah kasus MSS yang dialami warga Sibang Kaja, Abiansemal karena makan lawar dan olahan babi, kini warga kapal mengalami outbreak akibat mengonsumsi nasi bungkus.

Kejadian yang bermula dari warga yang mengonsumsi nasi bungkus usai melasti di Pantai Seseh. Usai melasti, warga yang masih ada kegiatan di Pura Dalem Selonding, beristirahat dan mengonsumsi nasi bungkus yang memang disediakan untuk warga yang ngayah.

Mengalami insiden tersebut, Bupati Badung, Giri Prasta mengingatkan masyarakat untuk memilah dan memilih makanan yang higienis agar tidak ada bakteri atau pun kuman patogen yang termakan. “Sebenarnya kami pada perubahan anggaran tahun 2016 telah menyediakan ambulans siaga yang sudah include dengan BPOM. Yang bergerak setiap saat di wilayah banjar dan desa/kelurahan,” ujarnya.

Baca juga:  Diduga Keracunan, Puluhan Orang Dirawat di RSUD Mangusada
Selain ambulans juga melayani pasien yang sakit, BPOM yang include dalam ambulans tersebut juga bertugas mengecek warung-warung dan kegiatan terkait pengolahan makanan. “Astungkara bisa diselesaikan tahun 2017,” tandasnya.

Ambulans

BPOM dalam ambulans tersebut bertugas mendeteksi makanan yang layak dan tidak layak dikonsumsi. “Kita tidak ingin salah dalam pengolahan,” pungkasnya.

Ambulans ada di setiap desa/kelurahan. Saat tidak ada warga yang butuh bantuan pelayanan ambulans, BPOM beserta ambulansnya berkeliling untuk melakulan kontrol dan pengawasan terhadap makanan. “Kalau ada hasil temuan akan diberikan rewards,” ungkapnya.

Ia memprediksi ada 80-an warga yang mengonsumsi nasi bungkus tersebut. Namun yang mengalami keluhan dikatakan 60an orang. Ia bersyukur tidak ada warga yang sampai fatal. Pihaknya juga menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan warga.

Pasien diperbolehkan pulang atau rawat jalan jika hasil laboratorium sudah keluar. “Apabila sudah valid atau pasti hasil labnya. Karena kita tidak ingin warganya mengalami hal yang lebih fatal akibat daripada keteledoran terhadap pelayanan pada masyarakat kami,” pungkasnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.