MANGUSADA, BALIPOST.com – Usai makan nasi bungkus di Pura Dalem Selonding, Sabtu (25/3), puluhan orang mendapat perawatan di RSUD Mangusada Badung. Diduga mereka keracunan makanan.

Warga yang mendapatkan perawatan adalah warga Banjar Tambaksari dan Muncan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi. Mereka diduga keracunan setelah usai melakukan upacara melasti di Pantai Munggu.

Berdasarkan data, jumlah pasien yang masuk ke RSUD Mangusada Badung adalah 62 orang. Setelah diobservasi 5-6 jam, 61 pasien telah diperbolehkan pulang dan satu pasien diopname.

Baca juga:  Puluhan Anak TK Keracunan Nasi Bungkus
Menurut Direktur RSUD Mangusada Badung, dr. I Nyoman Gunarta, MPH, pasien korban koracunan mulai berdatangan sekitar pukul 14.15. Semua pasien mengalami muntah dan pusing-pusing bahkan diare usai makan nasi bungkus.

Posko Darurat

Sementara itu Puskesmas 2 Mengwi juga membuka posko darurat di Wantilan Pura Dalem Selonding. Dalam penanganan outbreak tersebut beberapa instansi terlibat.

Ni Ketut Warni, ibu dari korban keracunan, Kadek Febri Candra (17) menuturkan, usai melasti, anaknya pergi ke Pura Dalem Selunding. Sedangkan ia sendiri ke Pura Desa. Di Pura Dalem memang disediakan konsumsi untuk para umat yang ngayah.

Nasi tersebut dikatakan berisi ayam, mie, telur, saur (serundeng), kacang. “Ndak, nasinya tidak terasa basi,” katanya.

Febri masuk RS pada sore hari. Namun pasien korban keracunan sudah mulai masuk sejak siang.

Baca juga:  Pantai Kuta Alami Abrasi, Bupati Badung Tinjau Lokasi
Bupati Badung, Giri Prasta bergerak cepat menjenguk pasien korban keracunan. Ia mengatakan, warga telah menyiapkan konsumsi untuk masyarakat yang ngayah pada malam harinya.

Makanan telah usai dibuat pada malam hari namun belum dikemas. Pagi harinya, nasi yasa baru dikemas. Sedangkan nasi tersebut baru mulai dikonsumsi masyarakat di siang hari.

Dalam kondisi lapar dan kelelahan serta makanan yang tidak fresh diduga membuat tubuh warga bereaksi. Menimbulkan muntah dan diare. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.