kecelakaan
Evakuasi korban tabrakan di laut. (BP/dwa)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kecelakaan laut terjadi di perairan Nusa Penida melibatkan sampan kecil (janggolan) dinahkodai I Nyoman Nata (32) asal Banjar Penida Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida dengan Jukung Sri Merta Sari yang dinahkodai I Wayan Iyasniarya dengan anak buah kapal I Ketut Suneta (58) dan sebagai kemudi jukung I Wayan Munel (60).

Kapolsek Nusa Penida Kompol Ketut Suastika menyampaikan, kecelakaan laut terjadi di perairan Bias Munjul tepatnya perairan antara pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sekitar pukul 10.00 wita, Jumat (24/3). Akibat kejadian ini, sampan kecil yang mengangkut 13 orang penumpang langsung tenggelam.

Ketut Suastika menjelaskan, sekitar pukul 10.00 wita sampan kecil yang mengangkut penumpang 13 orang berangkat dari arah Jembatan Kuning Desa Lembongan menuju Pantai Toyapakeh.

Sedangkan Jukung Sri Merta Sari datang dari arah Kusamba menuju Jembatan Kuning. Setibanya di laut Teluk Bias Munjul, Ceningan, pengemudi sampan kecil tidak melihat ada jukung dari arah berlawan karena tertutup keranjang. Kemudian penumpang yang ada di sampan kecil teriak.

“Kapten sampan kecil berdiri melihat dari depan sekitar lima meter ada jukung Sri Merta Sari, lalu Kapten sampan kecil banting stir ke kiri. Jukung dari Kusamba menabrak badan sampan kecil, sehingga sampan kecil tenggelam bersama penumpangnya,” tuturnya.

Baca juga:  Bupati Segera Rombak Sistem Pelayanan Kapal Roro

Melihat kejadian tersebut masyarakat Nusa Ceningan langsung membantu para korban yang jatuh ke laut. Dari kejadian tersebut 12 korban selamat. Sayangnya, satu penumpang atas nama Ni Nengah Sarwi (55) asal Desa Kutampi Kaler meninggal dunia. Diduga korban tidak bisa berenang sehingga setelah terjadi tabrakan korban tenggelam di laut.

Selain korban meninggal, enam korban lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras saat kecelakaan tersebut. Selanjutnya korban yang mengalami luka-luka di evakuasi ke Puskesmas Nusa Penida 2 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara untuk korban meninggal dunia masih disemayamkan di Puskesmas untuk selanjutnya dilaksanakan persiapan membawa ke rumah duka. “Dugaan sementara korban yang meninggal dunia setelah terjadi benturan jatuh ke laut karena tidak bisa berenang, setelah dievakuasi korban sudah dalam keadaan meninggal,” tutur Ketut Suastika. (dewa farendra/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.