TABANAN, BALIPOST.com – Kondisi dua pasien suspect Meningitis Streptococcus suis yang dirawat di BRSU Tabanan mulai membaik.  Pasien sudah tidak panas dan sudah kembali kesadarannya.

Hanya saja untuk pasien asal banjar Gubug Delodan Desa Gubug Tabanan, I Made Sukanaya (50) belum bisa mendengar. Sementara  I Made Arimbawa (48) warga Desa Gadung Sari Munduk Pakel Selemadeg Timur secara umum kondisinya membaik dan tidak mengalami gangguan pendengaran.

Wakil Direktur Pelayanan Medis BRSU Tabanan, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, Senin (13/2) memaparkan kedua pasien panasnya sudah turun. Mereka sedang menunggu pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah penyebab infeksi adalah bakteri Streptococcus suis. ‘’Penyebab meningitis itu banyak. Untuk itu diperlukan pemeriksaan laboratorium. Untuk  dua pasien ini sudah diambil sampelnya. Rencananya pasien yang dirawat di RSU Wisma Prasanthi akan dirujuk ke BRSU untuk dirawat dan diambil sampelnya,’’ jelas Sukardiasih.

Baca juga:  Bekerja dan Berbisnis di Bali Gunakan Kendaraan Plat Luar, Diminta Segera Lakukan Ini

Ia melanjutkan ke dua pasien sama-sama memiliki kontak dengan babi sebelum sakit. Untuk Sukanaya yang hingga saat ini belum bisa mendengar sebelumnya memakan olahan babi yang tidak matang dalam hal ini komoh babi. Sementara untuk Arimbawa adalah peternak babi.

Ditemui di ruangan Dahlia,  salah satu pasien suspect, I Made Sukanaya tampak sudah sehat dan sudah mulai makan. Menurut istri Sukanaya, Made Mastri (54) suaminya tersebut sempat memakan olahan babi saat ada upacara sekitar dua minggu lalu. Namun gejala sakit yang diderita suaminya mulai muncul pada Minggu  (5/3).

Sukanaya mengeluh sakit kepala dan badannya panas. ‘’Saya bawa berobat dan sudah disuntik,’’ ujar Mastri.

Setelah disuntik, kondisi Sukanaya justru memburuk. Ia malah muntah-muntah dan tidak mau makan. ‘’Selasanya muntah-muntah dan saat Rabu dibawa ke BRSU badannya sudah kaku dan tidak bisa mendengat,’’ jelas Mastri. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.