DENPASAR, BALIPOST.com – Pesta bir di kebun sehabis bekerja seharian kini bisa dinikmati para penikmat bir yang ada di Denpasar. Konsep yang relatif beda ini dihadirkan Rumahan Bistro lewat Rumahan Beer Garden.

Menurut Chef Executive Rumahan Bistro, Fany Hermawan, Jumat (10/3), konsep yang dihadirkan ini untuk memanfaatkan halaman belakang Rumahan Bistro yang cukup luas. Fany yang merupakan salah satu pemilik dari Rumahan Bistro ini menuturkan rekan pemilik Rumahan Bistro, Daniesh Musthafa, pada awalnya ingin mengembangkan konsep keluarga di halaman belakang restoran yang lokasinya di Jl. Teuku Umar itu.

Namun, ia menilai konsep kebun bisa dipadukan dengan bir untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai jual. “Konsepnya memberikan ruang bagi para lelaki dan penikmat bir untuk bersantai dan rileks selagi berkumpul atau berbicara bisnis,” ujarnya saat ditemui di pembukaan Rumahan Beer Garden itu.

Hadir dengan konsep bir, otomatis produk bir yang dijual juga harus beragam. Hal ini pun bisa diperoleh di Rumahan Beer Garden. “Kami memiliki 14 merek bir impor dan 8 bir lokal,” sebut Fany.

Masakan

Tak hanya bir yang ditawarkan, Fany menyebut ada 11 jenis masakan dihadirkan sebagai peneman. Salah satu andalannya adalah Bambu Bara. “Kami punya Bambu Bara yang merupakan hidangan kakap putih dalam bambu yang dimasak selama 2 jam di atas bara. Paduannya adalah sambal bongkot yang khas Bali,” paparnya.

Baca juga:  HUT, Megawati Ajak Pimpinan Parpol dan Presiden Luangkan Waktu Bersantai

Walaupun masakan yang dihadirkan bercita rasa dan kualitas tinggi, ia mengatakan harganya dibuat terjangkau. Makanan dipatok tak lebih dari Rp 50 ribu sedangkan bir dijual mulai harga Rp 25 hingga 90 ribuan.

Di halaman belakang itu pun hanya tersedia 8 meja dengan kapasitas hingga 60 orang. Beroperasi mulai pukul 18.00 hingga 24.00 di hari kerja, pria yang sudah memiliki 2 restoran di Bali ini membidik pekerja yang ingin bersantai sepulang kerja. “Kalau weekend kami akan buka hingga pukul 02.00 dini hari,” jelasnya.

Targetnya per hari ada 70 hingga 90 pengunjung yang datang ke Rumahan Beer Garden. Sedangkan untuk transaksi, ia menargetkan minimal Rp 4 juta per harinya.

Untuk merealisasikan ini, Fany juga memberikan sentuhan hiburan bagi pengunjung. “Kami ada live music setiap hari. Kalau weekend kami punya live DJ,” tutupnya. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.