DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Jumat (3/3) malam pengunjung PICA Fest 2017 digebrak dengan penampilan Navicula. Band ini mengusung aliran grunge sebagai warna dasar musik mereka.

Dipadu dengan beragam warna etnik, psychedelic, alternatif, progresif, dan dibalut rock murni, mereka menghentak para penggemar yang hadir hingga larut malam. Sebanyak enam lagu andalan mereka dipersembahkan malam itu. Liriknya sarat dengan pesan aktivisme dan isu lingkungan, serta semangat tentang damai, cinta dan kebebasan dipersembahkan pada malam itu.

Berdiri sejak 1996 silam di Denpasar oleh dua aktivis musik, Robi dan Dankie, Navicula pernah beberapa kali ganti personil. Hingga akhirnya formasi terkini Navicula diperkuat oleh Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum).

Nama Navicula diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil (dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil). Navicula dikenal aktif di dunia indie musik, walau sempat kontrak dengan major label Sony-BMG di tahun 2004.

Bersama Sony-BMG, Navicula merilis album ke-4 mereka yang berjudul, “Alkemis”. Namun, tahun 2007 album ke-5 mereka, “Beautiful Rebel”, dirilis secara independen dan band ini kembali mengobarkan semangat idealisme mereka melalui jalur indie. Pada tahun 2013 lalu, mereka juga merilis album “Love Bomb”.

Navicula bermarkas di Bali dan tetap eksis di dunia musik nasional meski berjuang di jalur indie. Sejak launching album ke-5, Navicula sudah mulai mengadakan promo tur ke Jawa.

Baca juga:  Rasta Flute, Pecinta Musik Reggae dan Bali

Musik Navicula dipengaruhi kuat oleh alternatif rock 90-an, terutama grunge / seattle-sound dari band-band macam Soundgarden, Pearl Jam, Alice in Chains, dan Nirvana. Namun, yang membuat musik mereka menjadi sedemikian unik adalah pekatnya pengaruh budaya Bali.

Dari budaya spiritual klasik Bali, hingga para seniman internasional yang menetap di Bali untuk menimba inspirasi. Hingga kultur punk rock di pelosok Kuta. Band ini memperoleh rasa asli mereka melalui semua hal tersebut, rasa ‘golden green grunge’, rasa Navicula.

Selain itu, Navicula juga dikenal dengan sebutan “the Green Grunge Gentlemen”. Sebutan ini muncul karena aktifnya mereka di dunia sosial dan lingkungan.

Tumbuh di Bali, band ini menyerap banyak inspirasi. Dari beragam budaya dan informasi dari berbagai belahan dunia, isu sosial, serta perubahan ekologi yang terjadi di Bali dan dunia secara global.

“Isu lingkungan hidup merupakan masalah vital yang sangat mempengaruhi kita semua saat ini. Kami percaya sangatlah penting untuk bertindak segera dan melakukan apapun yang kita bisa untuk menyebarkan kesadaran dan pemahaman mengenai isu lingkungan ini,” ujar Robi di sela-sela penampilannya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.