DENPASAR, BALIPOST.com – Penyidik Direktorat Krimsus Polda Bali masih mendalami dua oknum anggota ormas berinisial NS dan KS. Status mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini penyidik baru memeriksa 17 korban. Polisi masih menelusuri aliran uang hasil pungli tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, Jumat (3/3), Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menaruh perhatian besar terhadap penindakan premanisme. Ia menegaskan Kapolda sangat keras untuk melakukan pemberantasan terhadap premanisme. “Hasil pemeriksaan, pelaku rutin tiap bulan mungut ke tempat usaha di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Diduga aksi ini sudah berlangsung sejak lama,” tegasnya.

Saat ini, penyidik akan menelusuri kemana uang pungli itu disetor. “Apakah mereka bertindak atas diri sendiri atau ada yang menyuruh, terstruktur?” ucapnya.

Baca juga:  Dijamin, Penerimaan Polisi Bebas KKN

Menurut Hengky, aga sulit minta keterangan korban atau saksi. Pasalnya mereka takut karena pelakunya anggota ormas. Padahal Polda menjamin keamanan mereka. “Ada rasa ketakutan sehingga harus pelan-pelan biar bisa dimintai keterangan,” ujarnya.

Mantan Karo Binkar Karo SDM Polda Bali ini mengimbau demi Bali terbebas dari aksi premanisme, khususnya di Denpasar, masyarakat ikut andil terutama beri informasi. “Tolong sampaikan kalau ada aksi premanisme. Percayalah kami merahasiakan identitasnya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.