Bus listrik Trans Sarbagita. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Layanan bus listrik untuk mendukung transportasi publik ramah lingkungan di Bali mulai diuji coba pada Senin (9/11). Sebanyak 11 unit bus listrik disiapkan untuk melayani masyarakat pada rute yang menghubungkan GOR Ngurah Rai dengan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, mengatakan selama masa uji coba masyarakat dapat menggunakan layanan bus listrik tersebut secara gratis. Meski tidak dipungut biaya, penumpang tetap diwajibkan melakukan tap kartu uang elektronik (e-money) saat menggunakan layanan tersebut.

Menurut Mudarta, penerapan tap kartu dilakukan untuk menghitung jumlah penumpang yang menggunakan layanan bus listrik selama masa uji coba. Bagi masyarakat yang ingin mencoba tetapi belum memiliki kartu e-money, pihaknya akan menyediakan kartu di dalam bus.

Baca juga:  Program Infrastruktur 2023 Dipastikan Berlanjut

“Selama masa uji coba pengguna dapat menggunakan layanan bus secara gratis, namun tetap melakukan tap kartu e-money guna menghitung jumlah penumpang. Pengguna yang ingin mencoba namun tidak memiliki kartu, akan disediakan kartu di bus,” ujarnya, Minggu (8/11).

Dari sisi operasional, layanan bus listrik ini menggunakan rute dasar yang sama dengan bus konvensional Trans Sarbagita Koridor 1, yakni GOR Ngurah Rai-GWK. Namun, terdapat sejumlah modifikasi jalur, khususnya di kawasan Renon dan pusat Kota Denpasar.

Untuk perjalanan dari GOR Ngurah Rai menuju GWK, bus listrik setelah melintasi Jalan Melati akan berbelok ke Jalan Hayam Wuruk, kemudian menuju Bundaran Renon. Selanjutnya, bus masuk ke Jalan Raya Puputan hingga Jalan Sudirman sebelum melanjutkan perjalanan mengikuti rute Trans Sarbagita.

Baca juga:  Kerusakan Dermaga PPI Sangsit Kian Parah

Sementara itu, untuk arah GWK menuju GOR Ngurah Rai, bus akan melintasi kawasan Renon melalui Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Moh. Yamin, Jalan Raya Puputan, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Kamboja, Jalan Angsoka, Jalan Melati, hingga Jalan Patimura.

Mudarta menjelaskan, dari total 11 unit bus listrik yang disiapkan, sebanyak 10 unit akan dioperasikan setiap hari. Satu unit lainnya disiapkan sebagai bus cadangan untuk mendukung kelancaran operasional apabila terdapat kendaraan yang membutuhkan penanganan atau perawatan.

Masa uji coba layanan bus listrik ini direncanakan berlangsung hingga akhir Desember 2026. Selama periode tersebut, Dishub Bali akan melihat tingkat pemanfaatan layanan oleh masyarakat melalui data jumlah penumpang yang tercatat dari penggunaan kartu elektronik.

Baca juga:  Lima Napi Bali Nine Dipindahkan ke Australia

Mudarta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan uji coba tersebut dengan mencoba menggunakan transportasi umum sebagai alternatif mobilitas sehari-hari.

“Kami mengajak masyarakat untuk mencoba layanan bus listrik ini sebagai pilihan mobilitas yang aman, nyaman, inklusif, terjangkau, dan bebas emisi,” katanya.

Ia berharap pengoperasian bus listrik secara bertahap dapat membangun kebiasaan masyarakat menggunakan angkutan umum. Dengan demikian, transportasi publik tidak hanya menjadi alternatif, tetapi ke depan dapat menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat di Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN