Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. I Wayan Winaya saat masimakrama ke Puri Agung Pemecutan, Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah menjabat Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H. terus melakukan simakrama ke tokoh masyarakat dan puri. Tujuannya, memperkuat komunikasi dan sinergi dengan tokoh adat serta tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Denpasar.

Pada Selasa (3/11), Kombes Winaya melaksanakan simakrama ke Puri Agung Pemecutan, Denpasar. Simakrama ini dilakukan mengingat tokoh puri dinilai berperan penting menjaga keharmonisan.

Kunjungan Kapolresta Winaya tersebut disambut Pangelingsir Puri Agung Pemecutan, Anak Agung Ngurah Ketut Parwa. Pada kesempatan tersebut, Winaya menyampaikan, komunikasi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun sinergi untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolresta menegaskan, dalam menjalankan tugas di wilayah Kota Denpasar, pihaknya sangat membutuhkan dukungan, informasi dan masukan dari para tokoh adat maupun tokoh masyarakat. Puri Agung Pemecutan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat serta ikut membantu menciptakan lingkungan yang aman.

Baca juga:  Takut Terpapar COVID-19, Peserta Seleksi Tenaga Kontrak RSUD Klungkung Menolak Ikuti Tes Kesehatan

“Kami sangat membutuhkan dukungan dan masukan dari tokoh masyarakat dan puri khususnya keluarga besar Puri Agung Pemecutan. Komunikasi seperti ini penting agar setiap persoalan yang muncul di masyarakat dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Polresta Denpasar terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan melalui patroli, deteksi dini serta pendekatan yang humanis kepada masyarakat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dalam penanganan persoalan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan.

Baca juga:  Siwalatri, RSUP Sanglah Gelar Lomba Mesatua Bali

“Polri memiliki program Polisi Bersama Masyarakat. Artinya, seluruh jajaran kepolisian harus lebih aktif turun ke lapangan, hadir di tengah masyarakat, menjalin komunikasi dan mendengarkan aspirasi maupun permasalahan yang ada,” jelas Kombes Winaya.

Mantan Direktur Pamobvit Polda NTB ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, tokoh adat dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Denpasar.

Sementara itu, Anak Agung Parwa menyampaikan, keluarga besar Puri Agung Pemecutan merasa terhormat atas kunjungan Kapolresta Denpasar beserta jajaran. Pihak puri berharap komunikasi dan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, khususnya dalam mendukung keamanan berbagai kegiatan adat dan keagamaan di wilayah Pemecutan.

Baca juga:  Bertemu Kompolnas, Ini Disampaikan Kapolresta Soal Kerawanan Pemilu

Menurutnya, kehidupan masyarakat Bali tidak terlepas dari pelaksanaan upacara keagamaan atau yadnya yang menjadi bagian penting dalam menjaga adat, tradisi, dan budaya Bali.
Sejumlah agenda keagamaan juga menjadi perhatian bersama, diantaranya rencana pelaksanaan upacara Panca Wali Krama pada tahun mendatang serta Tawur Agung Kesanga yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

Pihak puri berharap dukungan dan koordinasi dengan kepolisian dapat terus diperkuat, khususnya dalam aspek pengamanan dan kelancaran kegiatan. Puri Agung Pemecutan juga menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Polresta Denpasar, termasuk dalam menyampaikan pemberitahuan dan berkoordinasi terkait berbagai kegiatan adat maupun keagamaan. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN