
SINGARAJA, BALIPOST.com – Aksi pencurian menyasar dua tempat suci milik warga di wilayah Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 11 pratima yang disimpan di gedong penyimpanan dua dadia dilaporkan hilang. Akibat kejadian tersebut, kerugian kedua dadia ditaksir mencapai Rp165 juta.
Kasus pencurian tersebut diketahui pada Sabtu (31/10). Dua lokasi yang menjadi sasaran yakni Merajan Dadia 4 Batu Lepang dan Dadia 3 Batu Lepang di Desa Tukadmungga.
Pencurian pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 Wita oleh seorang saksi yang hendak melaksanakan persembahyangan di Merajan Dadia 4 Batu Lepang. Setibanya di lokasi, saksi mendapati gembok pintu gedong penyimpanan pratima dalam kondisi rusak. Pintu gedong juga terlihat sedikit terbuka.
Saat diperiksa, kondisi ruangan penyimpanan sudah berantakan. Saksi kemudian mengecek sejumlah barang yang tersimpan dan mendapati empat pratima berbahan pis bolong telah hilang. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp60 juta.
Informasi kehilangan itu selanjutnya disampaikan kepada kelian dadia. Setelah melakukan pengecekan bersama, pihak dadia kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas untuk melaporkan kejadian tersebut.
Informasi pencurian di Dadia 4 Batu Lepang kemudian diketahui pengurus dadia lainnya. Salah seorang saksi berinisiatif mengecek kondisi gedong penyimpanan pratima di Dadia 3 Batu Lepang. Saat tiba di lokasi, saksi mendapati gembok pintu penyimpanan sudah dalam keadaan terbuka.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tujuh pratima yang sebelumnya disimpan di dalam gedong ternyata sudah tidak ada. Pratima tersebut berbentuk simbol dewa-dewi dengan bagian wajah (prerai) berbahan emas dan uang kepeng. Kehilangan itu diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp105 juta.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon usai kejadian, membenarkan adanya laporan dugaan pencurian pratima di wilayah Desa Tukadmungga tersebut.
Ia menambahkan, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kedua laporan tersebut guna mengungkap pelaku dan menelusuri keberadaan pratima yang hilang.
“Dari laporan yang kami terima, sebanyak 11 pratima dilaporkan hilang dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp165 juta. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” ujar Iptu Yohana.
Identitas terduga pelaku hingga kini belum diketahui. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami peristiwa pencurian yang menyasar dua tempat penyimpanan pratima tersebut.
“Olah TKP sudah dilakulan oleh kepolisian. Nanti tunggu perkembangan,” jelasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










