
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kebakaran di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, belum sepenuhnya tuntas hingga hari ketiga, Senin (26/10). Meski api telah dipadamkan di sebagian besar area, titik asap masih ditemukan di bagian utara dan timur laut timbunan sampah.
Petugas mengerahkan 70.000 liter air untuk melanjutkan penanganan. Hembusan angin dan kondisi timbunan sampah yang tinggi serta curam menjadi kendala petugas dalam mengatasi sisa titik asap.
Bara api diduga masih tersimpan di bagian dalam timbunan, bahkan berpotensi kembali menyala akibat gas yang mudah terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengatakan hembusan angin diduga memicu munculnya kembali titik api dari balik gundukan sampah yang sebelumnya telah ditimbun.
“Karena hembusan angin, titik api kembali muncul dari balik gundukan sampah. Kemungkinan masih ada gas metana yang mudah tersulut,” katanya.
Menurut Widiada, penanganan pada hari ketiga berlangsung pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. BPBD Klungkung bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD Provinsi Bali, PMI, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, TNI-Polri, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Sebanyak 30 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klungkung dan 13 personel pemadam kebakaran diterjunkan, dibantu personel dari instansi terkait. Peralatan yang digunakan meliputi tiga unit mobil pemadam, dua mobil tangki DLHP, satu mobil tangki PMI, satu mobil tangki BPBD Provinsi Bali, serta sejumlah pompa air dan kendaraan operasional.
Setelah api dipadamkan di seluruh area, petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Titik asap di bagian timur berhasil diatasi, sedangkan penanganan di bagian utara dilakukan menggunakan water cannon mobil pemadam kebakaran.
Namun, kondisi medan yang tinggi dan curam menyebabkan masih terdapat sisa titik asap di bagian utara dan timur laut. Karena itu, penanganan akan dilanjutkan pada Selasa (27/10/2026) mulai pukul 08.00 WITA dengan dukungan armada tangki air dari sejumlah instansi.
Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (24/10/2026) itu bermula ketika warga melihat kepulan asap di sisi timur TPA. Cuaca kering diduga memicu munculnya api hingga membakar area timbunan sampah seluas sekitar 50 are.
Selain penanganan kebakaran, Dinas Kesehatan Klungkung melalui UPTD Puskesmas Dawan I juga melakukan pelayanan kesehatan keliling bagi warga di sekitar lokasi terdampak. Petugas memberikan imbauan untuk menjaga kesehatan, membagikan masker, serta menyediakan vitamin bagi personel yang bekerja di lapangan.
Hingga hari ketiga penanganan, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian material. Meski demikian, petugas masih bersiaga untuk mengantisipasi munculnya kembali api dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat sekitar. (Sri Wiadnyana/denpost)










