Pipa-pipa untuk Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di trotoar Jalan Gajah Mada, Denpasar mulai dipasang, Jumat (23/10). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Proyek Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang berlanjut ke pusat kota dipercepat pengerjaannya. Upaya tersebut untuk menyesuaikan dengan penataan pusat kota yang tengah berlangsung. Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) Kota Denpasar menargetkan pengerjaan bisa selesai sebelum pelaksanaan Denpasar Festival pada Desember nanti.

Direktur Operasional Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Perumda BPS) Kota Denpasar, Cokorda Gede Pramaitha, Sabtu (24/10), mengatakan, ada 13 ruas SJUT di pusat kota yang dikebut pengerjaannya saat ini. Hal tersebut mempertimbangkan sejumlah proyek penataan kota yang sedang berlangsung, termasuk di Jalan Hasanuddin, Jalan Thamrin, dan Jalan Gajah Mada.

Baca juga:  Selain Menggeledah Kantor Investasi, Polresta Ternyata Sempat Amankan Sejumlah Karyawan

“Target kami, 13 ruas jalan ini bisa selesai sebelum Denpasar Festival,” ujarnya.

Untuk ruas jalan dengan trotoar yang sudah tertata baik, Perumda BPS menerapkan metode pengeboran rojok guna meminimalkan pembongkaran. “Di lokasi yang tidak memungkinkan pembongkaran total, kami menggunakan metode rojok,” jelasnya.

Dalam metode tersebut, jaringan pipa HDPE untuk backbone ditempatkan sekitar 2 meter di bawah saluran drainase. Cara ini diterapkan agar pemasangan jaringan utilitas tidak banyak mengganggu kondisi trotoar yang sudah bagus.

Baca juga:  Material Longsoran Tutup Akses Jalan di Desa Jagapati Badung

Pengerjaan tersebut, kata dia, juga membutuhkan koordinasi perizinan karena beberapa ruas jalan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bali, di antaranya Jalan Hasanuddin dan Jalan Thamrin. Permohonan izin telah diajukan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

Perumda BPS juga menyiapkan maksimal 15 polongan untuk menampung kebutuhan operator telekomunikasi di pusat kota. Berdasarkan data teknis dan teknologi saat ini, kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mengakomodasi sekitar 18 operator yang telah mendaftar.

Baca juga:  Gubernur Koster Minta Stop Produksi AMDK Plastik di Bawah 1 Liter

“Dari sisi kapasitas, 15 polongan ini dinilai cukup untuk mengakomodasi operator yang mendaftar,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN