Pemain Bali United Jort Van Der Sande (merah) melompat saat mnyundul bola ke gawang Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke 4 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (10/10) malam. (BP/suk)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bali United FC tampil perkasa di kandang, tetapi belum mampu membawa performa terbaiknya saat bermain di markas lawan. Menghadapi dua agenda tandang beruntun, pelatih Johnny Jansen kini menaruh perhatian besar pada pembenahan performa Serdadu Tridatu di luar Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Bali United dijadwalkan bertandang ke markas Persita Tangerang pada 25 Oktober, sebelum menghadapi Arema FC pada 31 Oktober. Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Ricky Fajrin dan kawan-kawan untuk memperbaiki catatan tandang sekaligus membuktikan bahwa ketangguhan mereka tidak hanya berlaku di kandang.

Jansen menyadari lawatan ke markas Persita tidak akan mudah. Apalagi, tuan rumah datang dengan motivasi setelah mengalahkan Persija Jakarta. Meski demikian, ia menegaskan Bali United tetap membidik hasil positif.

Baca juga:  Waspadai PSBS Biak, Mirza Mustafic Tegaskan Tak Ada Lawan Mudah di BRI Super League

“Soal laga tandang berikutnya melawan Persita, saya pikir akan menjadi pertandingan yang tidak mudah. Tapi kami akan berusaha untuk memenangkan pertandingan di sana untuk bisa meraih hasil positif,” katanya.

Hingga pekan keenam BRI Super League 2026/2027, Bali United menyapu bersih empat pertandingan kandang dengan kemenangan dan mengoleksi 12 poin. Namun, catatan tersebut berbanding terbalik dengan hasil dua laga tandang yang berakhir dengan kekalahan.

Di kandang sendiri, Bali United menaklukkan PSS Sleman dengan skor 2-1 pada 4 September, mengalahkan Isenmulang Kalteng FC 4-1 pada 12 September, membantai Persijap Jepara 6-1 pada 10 Oktober, serta melumat Garudayaksa FC lima gol tanpa balas pada 21 Oktober.

Sebaliknya, Serdadu Tridatu harus mengakui keunggulan Borneo FC Samarinda dengan skor 0-1 pada 20 September. Kekalahan kembali dialami saat bertandang ke markas Java United FC, meski Bali United mampu mencetak dua gol sebelum akhirnya menyerah 2-3 pada 16 Oktober.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Bali Naik di Atas 60 Orang, Korban Jiwa Juga Dilaporkan

Jansen menilai kemenangan besar atas Garudayaksa menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri tim. Namun, ia menegaskan konsistensi permainan tetap harus dibangun, terutama ketika menghadapi tekanan di kandang lawan.

“Saya sangat senang dengan kemenangan besar kali ini. Komposisi pemain yang diturunkan juga memiliki kualitas sehingga saya mudah dalam menentukan pergantian pemain. Terpenting lagi, kami terhindar dari kartu merah yang tak perlu dilakukan di pertandingan,” ujar Jansen.

Pelatih asal Belanda tersebut menambahkan, perkembangan tim merupakan hasil dari proses latihan yang harus terus dijaga. Kekompakan, kedisiplinan menjalankan taktik, serta kebugaran pemain menjadi faktor penting agar Bali United mampu mengendalikan permainan dan memaksimalkan peluang.

Baca juga:  Jamu Persita, Adu Strategi Teco Lawan WCP

Jansen juga memberikan penilaian berbeda terhadap dua kekalahan tandang yang dialami timnya. Ia mengakui penampilan saat menghadapi Borneo FC belum sesuai harapan. Sementara ketika melawan Java United, Bali United dinilainya sudah menunjukkan permainan yang baik, meski hasil akhir tidak berpihak kepada timnya.

“Saat melawan Borneo, bukan pertandingan yang bagus buat kami, sementara melawan Java United kami bermain dengan baik. Hanya saja, kami kehilangan dua pemain penting di skuat kami sehingga bisa dilihat kami menurunkan hanya lima pemain asing dan enam pemain lokal. Tapi bisa dilihat bagaimana kami bermain di sana saat itu dan saya bangga dengan tim ini,” ujar Jansen. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN