Proses evakuasi jasab korban dari Tegalan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Seorang petani lanjut usia, I Ketut Muncul (69), ditemukan meninggal dunia di dalam parit atau pangkung di tegalan miliknya di Banjar Dinas Apit Yeh, Desa Manikyang, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Rabu (21/10) sore. Korban diduga terpeleset dan terjatuh ke parit saat mencari pelepah kelapa kering. Korban diketahui memiliki keterbatasan penglihatan.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Indrayani, dikonfirmasi Kamis (22/10) menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA setelah pihak keluarga meminta bantuan untuk mencari keberadaannya. Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat berangkat ke tegalan pada Senin (19/10) sekitar pukul 09.00 WITA.

Baca juga:  BRI Kanca Denpasar Gatsu Undi Panen Hadiah Simpedes September 2020-Februari 2021

Saat itu, korban hendak mencari pelapah kelapa kering yang biasa dilakukannya sehari-hari. Pada Selasa (20/10), anak angkat korban sempat pulang untuk menghadiri undangan di rumah tetangga sekaligus membawakan bahan makanan.

Namun, korban tidak ditemukan di rumah yang saat itu dalam keadaan terkunci. Ia pun berusaha mencari korban melalui telepon yang juga terkendala sinyal.

Awalnya, saksi mengira korban sedang berkunjung ke rumah almarhum istrinya. Namun, karena khawatir dengan kondisi korban, anak angkatnya kemudian meminta bantuan dua orang saksi untuk melakukan pencarian.

Baca juga:  Diguyur Hujan Deras, Akses Jalan Utama di Bhuana Giri Bebandem Tergerus

Pencarian tersebut akhirnya mengarah ke tegalan milik korban yang berada di belakang rumahnya. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan terendam di dalam air parit. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

Salah seorang saksi kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas untuk melaporkan temuan tersebut. Anggota Polsek Selemadeg bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Selemadeg selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.

Karena posisi jenazah berada di dalam parit, petugas meminta bantuan Sat Samapta Polres Tabanan dan BPBD Kabupaten Tabanan untuk proses evakuasi.

Baca juga:  Petani di Pesisir Kusamba Cemas, Puluhan Hektar Padi Disapu Gelombang

Dari hasil pemeriksaan korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan. Dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat terpeleset dan terjatuh ke parit saat beraktivitas di tegalan.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUP Prof Ngoerah atas permintaan keluarga untuk dititipkan sambil menunggu proses pemakaman.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN