Bek tim nasional Indonesia Calvin Verdonk (kanan) bermain untuk Lille pada laga lanjutan Liga Champions 2026/2027 melawan Galatasaray di Stadion Pierre-Mauroy, Lille, Rabu (21/10). (BP/Dok. UEFA)

JAKARTA, BALIPOST.com – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, tampil sejak menit awal saat Lille menelan kekalahan 2-4 dari Galatasaray pada lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Stadion Pierre-Mauroy, Lille, Rabu (21/10) malam WIB. Sempat dua kali unggul dalam pertandingan, Lille akhirnya gagal membendung kebangkitan wakil Turki tersebut.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Verdonk dimainkan di posisi idealnya yang sebelumnya ditempati Romain Perraud. Bek kiri berusia 29 tahun itu tampil penuh selama 90 menit, meski harus menghadapi tekanan berulang dari lini serang Galatasaray yang diperkuat striker tajam Victor Osimhen.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Galatasaray langsung membuka keunggulan ketika laga baru berjalan dua menit melalui Yunus Akgun yang memanfaatkan bola pantul. Namun, Lille merespons dengan cepat. Pada menit ketujuh, Soriba Diaoune yang baru berusia 19 tahun menuntaskan umpan Alexsandro untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Baca juga:  Sempat Unggul, Lille Ditahan PSG di Pekan Kedua Ligue 1

Lille kemudian berbalik memimpin pada menit ke-39. Diaoune kembali menunjukkan ketajamannya setelah menyelesaikan umpan Hakon Haraldsson. Gol keduanya membawa tuan rumah unggul 2-1 sekaligus membangkitkan harapan untuk mengamankan poin di hadapan pendukung sendiri.

Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga turun minum. Menjelang akhir babak pertama, Roland Sallai melewati Verdonk sebelum mengirimkan umpan yang diselesaikan Aleksei Batrakov menjadi gol penyeimbang. Kedudukan 2-2 bertahan hingga jeda.

Baca juga:  Liverpool Takluk dari Galatasaray, Posisinya Merosot di Klasemen Sementara Liga Champions

Memasuki babak kedua, Galatasaray tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Petaka bagi Lille datang pada menit ke-52 ketika gelandang Nabil Bentaleb melakukan gol bunuh diri yang membuat tim tamu berbalik unggul 3-2.

Tekanan Galatasaray berlanjut dan membuahkan gol keempat pada menit ke-61. Victor Osimhen berhasil menuntaskan umpan Baris Yilmaz setelah beberapa kali mengancam pertahanan tuan rumah. Gol tersebut memperlebar jarak menjadi 4-2 sekaligus membuat Lille berada dalam situasi sulit.

Verdonk sendiri tidak hanya bertahan, tetapi juga berusaha membantu Lille membangun serangan. Sejumlah umpan tariknya sempat membuka ruang bagi rekan-rekannya, meski belum menghasilkan gol tambahan.

Baca juga:  Karier Haudi Pernah Jadi Anak Gawang

Pelatih Lille, Davide Ancelotti, mencoba mengubah situasi dengan memasukkan sejumlah pemain, termasuk Olivier Giroud. Namun, upaya tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-2 untuk kemenangan Galatasaray tetap bertahan.

Kekalahan ini membuat Lille masih terpuruk di peringkat ke-35 klasemen sementara fase liga Liga Champions tanpa satu poin pun dari tiga pertandingan. Sebaliknya, Galatasaray mengoleksi tiga poin dan menempati posisi ke-25.

Bagi Verdonk dan rekan-rekannya, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk segera memperbaiki performa. Lille harus membenahi pertahanan dan efektivitas permainan jika ingin menjaga peluang bersaing di kompetisi elite Eropa tersebut. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN