
GIANYAR, BALIPOST.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali menggelar Dekranasda Bali Fashion Road Show bertema “Wastra Hitakara” di Balai Budaya Gianyar, Selasa (20/10). Ajang ini menjadi wadah strategis untuk mempromosikan karya desainer lokal sekaligus memperkuat eksistensi dan daya saing wastra tradisional Bali di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra menyatakan rasa hormat dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gianyar sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan agenda bergengsi tersebut. Menurutnya, momentum ini sangat krusial dalam mendorong potensi sektor industri kreatif fesyen dan kerajinan berbasis lokal.
“Melalui kegiatan Dekranasda Bali Fashion Show ini, kami melihat adanya peluang yang sangat baik untuk memperkenalkan wastra dan produk kerajinan lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi dan kolaborasi erat antara Dekranasda Provinsi Bali, Dekranasda kabupaten/kota, pemerintah daerah, desainer, perajin, serta pelaku usaha menjadi kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi produk daerah. Lebih lanjut, ia berharap agar kekayaan budaya dan keindahan wastra khas Bali tidak hanya dikagumi secara estetik, tetapi juga mampu menembus pasar komersial yang lebih luas serta memberi dampak nyata bagi perekonomian perajin.
“Kegiatan ini diharapkan juga memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk semakin mencintai, menggunakan, dan mengembangkan produk lokal sehingga warisan budaya dapat terus dilestarikan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menjelaskan, Dekranasda Bali Fashion Road Show merupakan bentuk pengembangan berkesinambungan dari dua program unggulan sebelumnya yakni Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) dan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD). Tiga pilar program ini dirancang secara terintegrasi untuk membangun siklus promosi wastra Bali secara konsisten.
Fashion Day digelar secara rutin guna menumbuhkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap kain tenun tradisional Bali. Fashion Week menjadi wadah ekspresi kreatif skala luas yang melibatkan berbagai elemen ekosistem fesyen. Fashion Road Show menjangkau masyarakat secara langsung dengan mendekatkan karya para desainer serta produk industri kecil dan menengah (IKM) Bali ke tiap daerah.
Ny. Putri Suastini Koster menekankan bahwa geliat industri fesyen daerah memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi seluruh ekosistem penunjang, mulai dari perajin tenun, penjahit, koreografer, pemusik, hingga model-model lokal Bali. “Selain itu, dalam pelaksanaannya peragaan busana juga dipadukan dengan musik karya seniman Bali serta menampilkan busana tradisional sebagai upaya menjaga kekayaan adat dan budaya,” tegasnya.
Melalui perpaduan antara seni pertunjukan, peragaan busana, dan penguatan IKM, kegiatan ini diharapkan terus memperkokoh posisi Gianyar sebagai pusat seni dan kerajinan, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya Bali di tengah arus modernisasi. (Wirnaya/balipost)


