Kebun bawang merah milik warga di wilayah Kintamani. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Kelangkaan BBM beberapa hari terakhir membuat para petani di sekitar Danau Batur, Kintamani kesulitan menyiram tanaman hortikultura mereka di tengah musim kemarau. Kondisi tersebut membuat tanaman terancam mengering akibat kekurangan air.

Perbekel Kedisan, I Nyoman Gamayana, mengungkapkan bahwa mayoritas warga di seputaran Danau Batur termasuk Kedisan menggantungkan hidup dari pertanian hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang.

Menurutnya, kelangkaan BBM membuat aktivitas pertanian terganggu karena petani tidak bisa mengoperasikan mesin pompa air untuk menyiram tanaman. “Petani hortikultura sangat memerlukan air. Karena minyak (BBM) langka, petani kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Gamayana, Minggu (18/10).

Baca juga:  Aqua Mambal Meriahkan FBP Badung 2018

Menurutnya upaya menyiram lahan secara manual menggunakan ember tidak menungkinkan dilakukan. Pasalnya, jarak lahan bercocok tanam warga bisa mencapai dua kilometer dari sempadan danau dengan luas area yang cukup besar.

Sementara itu, penggunaan air PAM juga tidak memadai karena debit dan ukuran selang yang terlalu kecil untuk kebutuhan pertanian. “Sudah hampir seminggu ini masyarakat kami mulai enggan dan malas ke tegalan karena sedih melihat kondisi tanamannya,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Korban Jiwa COVID-19 Bali Tambah Lagi hingga Omicron Diklasifikasikan “Varian Diwaspadai”

Dikatakan, Gamayana saat ini BBM hanya tersedia di SPBU besar yang berjarak cukup jauh dari wilayah Kedisan. Untuk bisa mendapat BBM, warga juga harus rela mengantre lama hingga berjam-jam. Kondisi tersebut diperparah oleh larangan pembelian BBM menggunakan jeriken serta pembatasan nominal pembelian untuk kendaraan.

Pihaknya sangat berharap pihak terkait dapat segera melakukan pengisian stok BBM pada Pertashop di desa-desa seperti yang ada di Desa Kedisan. Hal itu diperlukan guna mendekatkan akses BBM bagi warga dan para petani untuk menyelamatkan tanaman mereka dari ancaman gagal panen akibat kekeringan.

Baca juga:  Zodiak yang Paling Rentan Terjebak Utang dan Penyebabnya

“Kalau di pertashop Kedisan tersedia, masyarakat dari desa lainnya seperti Buahan dan lainnya juga bisa dekat belinya dari pada kalau ke SPBU di kota. Dan kalau ke SPBU kota pun sudah ngantre lama belum tentu juga dapat minyak,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN