
JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (15/10).
Pelantikan Alim sebagai Wamentan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 42M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya,” demikian petikan sumpah jabatan yang diikuti Alim.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para pejabat yang dilantik, dilanjutkan oleh Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo, dilansir dari Kantor Berita Antara, selanjutnya memberikan ucapan selamat kepada Alim dan para pejabat negara lainnya yang dilantik.
Dr. Alim Setiawan Slamet merupakan Rektor IPB University Pengganti Antar Waktu pada periode 2025-2028. Dia terpilih pada Desember 2025 untuk menggantikan Arif Satria, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dengan pelantikan Alim maka saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki dua Wamentan. Dengan Wamentan Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustofa telah dilantik pada 1 Oktober lalu.
Pria kelahiran Demak, 27 Februari 1982 itu memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi industri pertanian dan agribisnis.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor pada 2005, kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) pada bidang yang sama dan lulus pada 2009.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di Ehime University, Jepang, dengan fokus pada pemasaran pertanian dan agribisnis. Ia menyelesaikan pendidikan tersebut pada 2017.
Sebelum menjabat rektor, Alim merupakan dosen di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Mata kuliah yang diampu antara lain manajemen operasi, manajemen rantai pasok, metode kuantitatif, dan manajemen kualitas.
Ia juga pernah menempati sejumlah posisi manajerial di IPB. Ia pernah menjadi Asisten Rektor pada 2007–2012, terlibat dalam Komisi Kemahasiswaan Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada 2008–2013, serta menjabat Kepala Kantor Sekretariat Rektor pada 2013–2014.
Pada 2018–2022, Alim dipercaya menjadi Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier. Ia kemudian menjabat Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur pada 2022–2025.
Pada Desember 2025, Majelis Wali Amanat IPB menetapkannya sebagai Rektor IPB University Pengganti Antarwaktu untuk periode 2025–2028.
Selain berpengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi, Alim memiliki rekam jejak akademik di bidang manajemen operasi, rantai pasok, dan pemasaran pertanian.
Sejumlah penelitiannya membahas persoalan yang berkaitan langsung dengan pengembangan sektor pertanian, termasuk akses pasar bagi petani, efisiensi distribusi, dan pengelolaan risiko rantai pasok.
Beberapa hasil penelitian yang diterbitkan antara lain mengenai partisipasi petani sayuran skala kecil dalam saluran ritel modern di Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dan pendapatan mereka.
Ia juga pernah meneliti optimalisasi rute distribusi sayuran dataran tinggi menggunakan algoritma genetika, yang berkaitan dengan efisiensi logistik dan distribusi hasil pertanian. (kmb/balipost)







