
JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pertamina bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menambah pasokan bahan bakar minyak di Bali untuk mengatasi kelangkaan yang menyebabkan warga mengantre hingga berjam-jam.
“Kesulitan warga memperoleh BBM di sejumlah SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) di Bali perlu segera diselesaikan melalui penguatan distribusi sampai titik pelayanan. Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan adanya tambahan pasokan BBM di Bali,” kata Puan, Rabu (14/10) dikutip dari Kantor Berita Antara.
Puan mengatakan tambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) perlu disertai dengan perbaikan sistem distribusi. Pasokan tambahan harus dipastikan terkirim, terutama ke wilayah yang masih mengalami kekosongan BBM.
Puan juga mendorong Kementerian ESDM bersama Pertamina memeriksa seluruh tahapan pemulihan, mulai dari kedatangan kapal, pembongkaran, persediaan terminal, hingga pengiriman kepada penyalur.
“Warga membutuhkan kepastian BBM dapat diperoleh di tempat pelayanan. Setiap tambahan pasokan perlu segera diterjemahkan menjadi pengiriman yang sesuai kebutuhan dan pemulihan SPBU yang dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Pertamina, imbuh Puan, perlu memetakan kebutuhan berdasarkan jenis BBM dan wilayah pelayanan. SPBU yang mengalami kekosongan berulang harus memperoleh perhatian khusus agar pengiriman berikutnya mampu menutup kebutuhan sampai pasokan lanjutan tersedia.
Selain itu, pemerintah diminta menetapkan sasaran pemulihan yang terukur.
Selama pemulihan berlangsung, Puan meminta pemerintah menjaga akses energi untuk pelayanan darurat dan kegiatan penting masyarakat melalui mekanisme yang sah.
“Penanganan harus memperhitungkan kebutuhan fasilitas kesehatan, angkutan umum, dan distribusi kebutuhan pokok sesuai jenis BBM yang digunakan,” ujarnya.
Pemulihan kelangkaan BBM juga memerlukan pembagian tanggung jawab yang jelas.
Menurutnya, pemerintah dan Pertamina perlu mengetahui lokasi yang masih terkendala, pihak yang menanganinya, dan kapan pelayanan diperkirakan membaik.
Puan mengingatkan bahwa Bali merupakan salah satu daerah pariwisata penopang industri ekonomi kreatif yang berperan besar bagi roda perekonomian negara.
“Kelangkaan BBM yang tidak segera diatasi dapat berdampak terhadap perekonomian di Bali yang pada akhirnya akan memengaruhi ekonomi kerakyatan dan pembangunan ekonomi nasional,” ucap Puan.
Puan menambahkan DPR melalui komisi terkait akan mengawal evaluasi ketahanan pasokan BBM di Bali, termasuk kebutuhan cadangan operasional dan alternatif pengiriman ketika jadwal berubah.
“Perbaikan perlu memastikan gangguan pada satu tahapan dapat diantisipasi sebelum berdampak luas terhadap pelayanan,” ujarnya. (kmb/balipost)










