Petugas kepolisian menangani kebakaran rumah di Desa Sukawana. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah semipermanen milik I Nengah Sudarma di Desa Sukawana, Kintamani, Selasa (13/10). Selain bangunan rumah, api juga melalap satu unit mobil pikap dan satu unit sepeda motor milik korban yang terparkir di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi, peristiwa kebakaran tersebut terjadi siang hari sekitar pukul 12.00 wita. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong.

Pemilik rumah, I Nengah Sudarma, menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang berada di kebun yang lokasinya cukup jauh dari rumahnya. Ia bersama keluarga telah meninggalkan rumah sejak pukul 07.00 WITA. “Tidak ada siapa di rumah. Istri sedang ngayah, anak-anak sekolah,” ujarnya.

Baca juga:  Ketidakdisiplinan Picu Klaster Baru

Sudarma mengaku tidak mengetahui pasti penyebab munculnya api. Informasi mengenai kebakaran tersebut pertama kali ia dapatkan dari tetangganya yang meneleponnya.

Saat Sudarma tiba di lokasi kejadian, bangunan rumah beserta kendaraan miliknya didapati sudah dalam kondisi ludes. “Tidak ada (pemadam kebakaran). Saya dapati api sudah mati,” ujarnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, pemilik rumah kehilangan tempat tinggal sehari-hari beserta kendaraan yang dimilikinya. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Baca juga:  Jaksa Belum Siap, Tuntutan 35 WN India Terlibat Judol Ditunda

Dikonfirmasi terpisah, Perbekel Desa Sukawana, I Wayan Mister, membenarkan adanya musibah kebakaran yang menimpa warganya tersebut. “Lokasinya di wilayah Subak Gambih,” ujarnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, tak hanya bangunan rumah dan kendaraan, kebakaran juga menghanguskan dokumen-dokumen penting milik korban.

Peristiwa kebakaran rumah tersebut telah mendapat penanganan kepolisian. Kapolsek Kintamani Kompol Dwi Puja Rimbawa mengatakan penyebab kebakaran diduga akibat lupa mematikan api di tungku api. Sebelum peristiwa itu terjadi istri korban sempat sempat memasak air dan nasi menggunakan tungku api di dapur.

Baca juga:  Didalami, Penyebab Kebakaran di Pura Puseh yang Ludeskan Lima Pelinggih

Sekitar pukul 07.00 WITA, korban bersama istri meninggalkan rumah dalam keadaan terburu-buru untuk mengantar anak sekolah serta beraktivitas. Istri korban pergi ngayah ke pura, sementara Sudarma berangkat berkebun ke daerah Ngalaan, Desa Siakin. Rumah pun ditinggalkan dalam keadaan kosong.

“Luas bangunan yang terbakar berukuran 5×5 meter. Bangunan merupakan bangunan rumah semi permanen yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu (gedek) dan triplek,” kata Dwi Puja Rimbawa. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN