Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Dirut PT Pertamina (Persero) sebelum menggelar rapat tertutup, Selasa (13/10) sore. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menggelar pertemuan tertutup dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, di Ruang Rapat Pertamina Fuel Terminal Sanggaran, Pedungan, Denpasar, Selasa (13/10) sore. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyikapi antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.

Ditemui sebelum pertemuan, Gubernur Koster menyatakan stok BBM di Bali sebenarnya tersedia dalam jumlah yang cukup. Namun, peningkatan jumlah warga yang mendatangi SPBU membuat kecepatan distribusi BBM dari depo ke SPBU tidak sebanding dengan lonjakan kebutuhan di lapangan.

Baca juga:  Terminal Pesiapan Disulap Jadi Pasar Tematik, Pedagang Minta Kepastian Lapak

“Yang sudah pasti adalah stok BBM ada, tersedia cukup. Cuma membawanya dari depo ke SPBU tidak secepat banyaknya warga yang datang ke SPBU,” ujar Koster ditemui dilokasi pertemuan.

Menurut Koster, jumlah warga yang mendatangi SPBU saat ini meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan situasi normal. Kondisi tersebut menyebabkan kesenjangan antara kebutuhan BBM di SPBU dan kecepatan pasokan yang diterima.

Ia menduga peningkatan kedatangan warga secara bersamaan juga dipengaruhi kepanikan masyarakat yang khawatir kehabisan BBM. Terlebih, gangguan yang sempat terjadi menyebabkan sebagian warga tidak bisa mengisi BBM kendaraannya sehingga kembali mendatangi SPBU pada waktu bersamaan.

Baca juga:  Penghitungan Sementara di Denpasar, Mantra-Kerta Dominasi 68,43 Persen

“Jadi sempat terjadi gangguan sehingga mungkin warga tidak terisi kendaraannya, sehingga bersamaan datang. Jadi kebutuhannya meningkat,” jelasnya.

Gubernur Koster meminta masyarakat bersabar dan tidak perlu panik. Karena berdasarkan informasi yang diterimanya, persediaan BBM di depo masih mencukupi kebutuhan Bali. Ia pun menunggu penjelasan dan hasil koordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan penanganan persoalan distribusi tersebut.

“(Apa imbauan kepada masyarakat,red) Ya sabar saja, kan minyak ini tersedia di depo, cukup melebihi dari kebutuhannya,” katanya.

Baca juga:  Hasil Swab Keluarga Mantan Pejabat Keluar, Ini Rinciannya

Terkait kapan kondisi kembali normal, Koster memperkirakan distribusi BBM di Bali dapat pulih pada Rabu (14/10). Meski demikian, perkiraan tersebut masih menunggu perkembangan penanganan dan koordinasi dengan Pertamina.

“Normal seharusnya besok. Sabar dulu, saya tunggu dulu (Dirut,red) Pertamina,” ujarnya.

Gubernur Koster juga menyebut, berdasarkan informasi dari Pertamina, kebutuhan BBM di wilayah Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter per hari.

Hingga berita ini diturunkan, rapat masing berlangsung tertutup. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN