Bantuan- Ketua TP Posyandu Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata menyerahkan bantuan kursi roda kepada keluarga Muhammad Ghaazi Mumtaz, anak berusia 3,5 tahun yang menderita hidrosefalus, di Lingkungan Dangin Sema 1, Kelurahan Karangasem, Senin (12/10).

 

AMLAPURA, BALIPOST.com – Nasib memilukan dirasakan oleh, Muhammad Ghaazi Mumtaz. Bocah kecil (3,5 tahun) buah hati dari pasangan Syukron Hamdani dan Nuryani menderita menderita hidrosefalus disertai komplikasi kesehatan. Sempat menjalani pengobatan di RSUP Prof Ngoerah Denpasar selama sepuluh bulan, kini kedua orang tunya tidak bisa melakukan pengobatan karena terkendala biaya.

Nuryani, menuturkan, kalau Ghaazi menderita hidrosefalus sejak lahir. Sejak saat itu, ukuran kepalanya terus membesar. Nuryani mengatakan, anaknya sempat bisa melihat secara normal hingga berusia sekitar satu tahun. Namun, pada usia tersebut, Ghaazi mengalami kejang selama sehari penuh. “Setelah kejadian itu, penglihatannya mengalami gangguan hingga akhirnya kehilangan penglihatan,” ucapnya, Senin (12/10).

Baca juga:  Koperasi Bodong Beroperasi, Ratusan Milyar Dana Nasabah Terancam Raib

Menurut Nuryani, Ghaazi telah menjalani operasi pertama saat berusia 10 bulan di RSUP Prof. Ngoerah. Dalam perkembangannya, lingkar kepalanya terus membesar. Menurut keterangan yang diperoleh keluarga dari pihak rumah sakit, kondisi tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dikecilkan kembali. Namun, jika terjadi infeksi, Ghaazi masih bisa mendapatkan tindakan medis.

“Ghaazi juga sempat menjalani perawatan dan fisioterapi di RSUP Prof. Ngoerah, yang dikenal sebagai RS Sanglah, selama 10 bulan. Namun, keluarga akhirnya kembali ke Karangasem karena terkendala biaya tempat tinggal selama mendampingi anaknya menjalani perawatan di Denpasar,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini Ghaazi belum bisa duduk. Kebutuhan minumnya diberikan setiap tiga jam, sedangkan makanan yang dikonsumsi masih berupa bubur. Dan untuk membantu perawatan dan mobilitas anaknya, keluarga kini telah menerima bantuan kursi roda.

Baca juga:  Soal Kawasan Turyapada Tower Longsor Timpa Rumah Warga, Ini Penjelasan Kadiskominfos Bali

Sementara itu, Lurah Karangasem Putu Eka Yuda Agustin Long mengatakan, kondisi keluarga Syukron menjadi perhatian khusus pihak kelurahan. Ia menjelaskan, kalau keluarga tersebut rutin mendapatkan layanan Posyandu. “Kita juga telah mengusulkan bantuan yang dibutuhkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Karangasem,” katanya.

Sedangkan, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, I Gusti Agung Bagus, mengatakan seluruh anggota keluarga telah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan aktif. Pembiayaan kepesertaan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Keluarga Syukron belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu berkaitan dengan posisi desil kesejahteraan keluarga yang masih tergolong tinggi sehingga kondisi keluarga perlu didalami dan datanya diusulkan untuk diperbarui. Kita akan berkoordinasi pada tahun berikutnya untuk mengupayakan agar keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan PKH,” imbuhnya.

Baca juga:  Proses Pemulangan Jenazah PMI Asal Jembrana di Jepang Terkendala Biaya

Dibagian lain, Ny. Mas Parwata mengatakan kehadiran TP Posyandu dan TP PKK di tengah masyarakat merupakan bentuk sinergi untuk mendukung program pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan perhatian ketika menghadapi kesulitan.

“Kunjungan langsung tidak hanya bertujuan menyerahkan bantuan, tetapi juga melihat kondisi riil warga, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memastikan program pemerintah dan bantuan kesejahteraan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN