
MANGUPURA, BALIPOST.com – Tak lama lagi, masyarakat Badung akan memiliki ruang baru untuk menyampaikan persoalan pribadi, mencari pendampingan, hingga mendapatkan konseling secara aman. Pemerintah Kabupaten Badung tengah menyiapkan peluncuran kanal pelayanan “Halo Ibu Badung” yang dirancang menjadi wadah bagi remaja dan masyarakat untuk bercurah rasa serta memperoleh pendampingan psikologis.
Rencana tersebut diungkapkan Bunda Literasi Digital Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, saat membuka pelatihan dan penguatan mental bagi petugas Badung Command Center (BCC) di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Selasa (6/10).
Ia mengatakan, Halo Ibu Badung akan bersinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A). Kanal tersebut direncanakan diluncurkan pada ajang Pesona Ibu Badung, 22 Desember mendatang.
Program ini diharapkan menjadi fasilitas yang mudah dijangkau masyarakat ketika membutuhkan tempat untuk bercerita maupun mendapatkan dukungan psikologis. Kehadiran layanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Badung memperkuat pelayanan publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rencana peluncuran Halo Ibu Badung sejalan dengan penguatan kapasitas petugas BCC. Para operator selama ini menjadi garda depan dalam menerima dan merespons berbagai pengaduan masyarakat melalui layanan yang tersedia, termasuk kanal Kontak Bupati. Petugas BCC bekerja selama 24 jam dalam tiga shift. Aduan yang diterima sangat beragam, mulai dari persoalan air bersih, penerangan jalan, hingga kemacetan lalu lintas. Karena berhadapan langsung dengan masyarakat, kesiapan mental menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki operator.
Dalam arahannya, Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan pola pikir (mindset) sebagai pelayan masyarakat. “Tugas adik-adik di sini sangat penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat serta wisatawan. Dalam menghadapi aduan masyarakat yang kadang disampaikan dengan nada emosi atau kurang puas, petugas harus tetap tenang, berhati dingin, dan tidak ikut terbawa emosi. Kita harus bisa memposisikan diri sebagai masyarakat yang membutuhkan solusi,” ujar Rasniathi.
Ia mengapresiasi dedikasi para petugas muda yang terus bersiaga menjaga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Badung. Menurutnya, kemampuan mengelola emosi diperlukan agar setiap pengaduan dapat ditangani secara ramah, profesional, dan empatik. Selain menyiapkan Halo Ibu Badung, Pemkab Badung juga terus memperkuat layanan pengaduan yang telah berjalan.
Diskominfo Badung mencatat layanan Call Center 112 Badung menerima sekitar 20.000 panggilan per bulan. Tingginya intensitas panggilan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang cepat dan responsif. Kehadiran Halo Ibu Badung nantinya diharapkan melengkapi ekosistem pelayanan dengan menghadirkan pendekatan yang lebih personal, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan ruang aman untuk menyampaikan persoalan dan mendapatkan pendampingan.
Dengan rencana peluncuran pada Desember mendatang, Halo Ibu Badung, kata Rasniathi, akan menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang memperkuat perhatian Pemkab Badung terhadap aspek psikologis, perlindungan masyarakat, serta kualitas kehidupan sosial di Gumi Keris.(Parwata/balipost)




