
JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut dirinya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator.
Ia akan merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang (1/10) mengatakan bahwa dia mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenai penugasan tersebut.
“Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab, untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden,” kata Bahlil dikutip dari Kantor Berita Antara.
Bahlil tidak menjelaskan jabatan Menko yang akan dia emban. Namun beredar kabar bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu akan menduduki posisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi.
Saat ditanya mengenai pembagian tugas dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Bahlil mengatakan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena belum dilantik.
“Nanti kan saya belum dilantik, setelah pelantikan baru saya memberikan keterangan pers,” ujarnya.
Bahlil mengatakan penugasan tersebut merupakan amanah dari Presiden untuk bangsa dan negara.
“Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara,” kata Bahlil.
Diketahui Presiden Prabowo akan melantik sejumlah pejabat dan menteri pada jajaran Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi Prabowo akan melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji juga merapat ke Istana jelang pelantikan tersebut. Dia mengaku mendapat tugas untuk membantu Presiden Prabowo di bidang perindustrian.
“Saya ditelepon Pak Seskab, ya, ada kemungkinan pokoknya urusan industri lah kira-kira begitu,” kata Sarmuji. (kmb/balipost)










