
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 24 petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng menjalani tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng, Rabu (30/9). Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif narkotika.
Pemeriksaan yang berlangsung di Kantor Damkar Buleleng ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan instansi pemerintah. Tes urine dilaksanakan oleh Tim Rehabilitasi BNNK Buleleng secara bertahap, mulai dari kepala dinas, pejabat struktural hingga petugas lapangan.
Kepala BNNK Buleleng, Komang Yuda, mengatakan, tes urine tersebut merupakan kegiatan rutin menjelang akhir tahun. Selain untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika, pemeriksaan juga bertujuan memantau mantan klien rehabilitasi guna mengantisipasi kekambuhan (relaps).
“Tes urine ini merupakan kegiatan rutin menjelang akhir tahun untuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika,” ujar Yuda.
Ia mengungkapkan, saat tes sempat ditemukan hasil positif pada pemeriksaan awal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ulang menggunakan alat berbeda, hasilnya dinyatakan negatif.
“Memang sempat ada hasil positif ada kandungan benzo pada pemeriksaan awal, tetapi setelah dites ulang dengan alat berbeda, hasilnya negatif,” jelasnya.
Yuda menambahkan, BNNK Buleleng berencana melanjutkan tes urine ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Pelaksanaannya masih menunggu koordinasi dengan masing-masing kepala dinas, termasuk penentuan jadwal pemeriksaan.
“Kami akan melanjutkan tes urine ke OPD lainnya. Jadwalnya masih dikoordinasikan dengan masing-masing kepala dinas. Tahun lalu terkendala keterbatasan alat tes, sedangkan tahun ini kami berupaya melanjutkan kegiatan tersebut,” tandasnya. (Yudha/balipost)










