Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana pimpin penangkapan pengedar ganja di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. (BP/istimewa)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Hingga saat ini peredaran narkoba belum bisa dituntaskan di Bali. Salah satu faktor yakni Bali merupakan daerah terbuka, dikelilingi atau dibatasi laut di setiap wilayahnya, sehingga rawan menjadi celah atau pintu masuk peredaran gelap narkotika.

“Kondisi ini tentunya perlu diwaspadai bersama khususnya di daerah-daerah perbatasan karena saat ini tidak semua daerah di Bali ada perwakilan BNN, diantaranya Kabupaten Jembrana, Tabanan dan Bangli,” ujar Kepala BNN Provinsi Bali
Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., Selasa (29/9).

Baca juga:  Terlibat 284 Gram Sabu, Pria Asal Banyuwangi Diadili

Mengatasi masalah tersebut, BNN Provinsi Bali tentunya terus melaksanakan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para stakeholder terkait di masing-masing wilayah dan otoritasnya untuk bersama perang melawan narkoba demi kemanusiaan. Dari aspek penindakan atau pemberantasan, pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan narkotika di Bali serta meningkatkan pengawasan terhadap barang dan orang yang masuk ke Bali. “Sampai dengan September ini, BNN Provinsi Bali telah berhasil mengungkap sebanyak 20 kasus narkotika atau 1.000 persen dari target dua kasus pada 2026,” ungkapnya.

Baca juga:  Jadi Perantara Jual Beli Narkoba, Ini Vonis Prabowo

Untuk barang bukti yang disita lebih beragam, diantaranya ganja 9.704,53 gram, sabu-sabu 888,34 gram, ekstasi 208,38 gram, etomidate 747 buah atau 1.432 mili liter, kokain 2.223,87 gram, hasish 979 gran dan happy water 39,31 gram. Terduga pelaku merupakan  jaringan lintas provinsi hingga internasional.

“Dari sisi pencegahan kami terus mengedukasi masyarakat khususnya para generasi muda tentang bahaya narkoba. Pendekatan yang kami lakukan melalui cara-cara yang kekinian diataranya mukbang ton, yaitu acara masak besar disalah satu sekolah dasar di Karangasem. Dalam waktu dekat ini kami akan melaksanakan kampanye anti narkoba melalui olahraga lari dengan tajuk Bersinarun Rave 2026 yang menggandeng salah satu komunitas lari sebagai EO atau penyelenggaranya,” kata mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol BNN RI ini.

Baca juga:  Penlok Shortcut 7-10 Terbit, Pembebasan Lahan di Tiga Desa Segera Dilakukan

Segala upaya ini tentunya membutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama menyadari bahwa narkoba merupakan musuh kita  dan perlu diperangi bersama. “Mari jaga diri, keluarga dan lingkungan dari bahaya narkoba,” tandas jenderal bintang satu asal Mengwi, Badung ini. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN