
GIANYAR, BALIPOST.com – Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) Bali menggelar seleksi atlet junior di Lapangan Tenis Sathya Buana, Gianyar, 19–20 September 2026.
Sebanyak delapan petenis dari sejumlah kabupaten/kota di Bali ambil bagian dalam seleksi yang menjadi bagian dari program pembinaan Pelti Bali periode 2026–2030. Mereka dipantau untuk mendapatkan kesempatan tampil pada Liga Tenis Indonesia.
Koordinator Pembinaan Pelti Bali, Darwis, mengatakan seleksi tersebut diikuti atlet dari lima daerah. Rinciannya, tiga petenis berasal dari Buleleng, dua dari Gianyar, sedangkan Denpasar, Jembrana, dan Klungkung masing-masing mengirimkan satu atlet.
“Sebanyak delapan atlet mengikuti seleksi dari kabupaten/kota se-Bali. Batasan usia dalam seleksi minimal 14 tahun,” ujar Darwis.
Bagi Pelti Bali, seleksi di Gianyar menjadi langkah awal untuk membangun pola pembinaan yang lebih terarah. Atlet yang dinilai memenuhi kriteria akan mendapat kesempatan memperkuat Bali pada ajang Liga Tenis Indonesia.
“Atlet yang lolos seleksi akan diikutsertakan dalam pertandingan Liga Tenis Indonesia,” kata Darwis.
Seleksi berlangsung kompetitif. Para petenis tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding dan sportivitas. Antusiasme penonton di sekitar lapangan turut membuat persaingan delapan atlet tersebut berlangsung semarak.
“Pertandingan seru dan sportivitas tinggi,” imbuh Darwis.
Di luar agenda seleksi Pelti Bali, Darwis juga aktif dalam pembinaan atlet muda melalui Darwis Tennis Club (DTC) Gianyar. Saat ini, klub tersebut menaungi sekitar 20 petenis.
DTC menjadi salah satu wadah bagi anak-anak Gianyar untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka di olahraga tenis. Dari pembinaan berjenjang seperti inilah diharapkan muncul petenis-petenis muda yang nantinya mampu bersaing membawa nama Bali di level yang lebih tinggi. (Suka Adnyana/balipost)



