Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng, Gede Arya Suardana. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng menambah tiga unit mobil penyelamatan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Penambahan armada ini dilakukan menyusul tingginya permintaan penanganan kejadian nonkebakaran yang selama ini ditangani petugas Damkar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng, Gede Arya Suardana, dikonfirmasi Jumat (18/9) mengatakan, tiga mobil penyelamatan tersebut menggunakan kendaraan jenis Hilux Rangga. Armada berukuran lebih kecil itu nantinya ditempatkan di masing-masing pos pemadam kebakaran.

Menurut Arya, kendaraan tersebut dipilih karena lebih mudah menjangkau kawasan dengan akses jalan sempit. Dengan demikian, petugas di masing-masing pos dapat bergerak lebih cepat ketika menerima laporan dari masyarakat.

Baca juga:  Musim Hujan, Damkar Buleleng Makin Banyak Terima Kasus Ular Masuk Rumah Warga

“Pengadaan mobil penyelamatan tiga unit. Mobilnya kecil supaya bisa masuk ke jalan-jalan kecil,” ujarnya.

Ia menyebutkan, anggaran untuk pengadaan tiga unit mobil penyelamatan tersebut sekitar Rp560 juta. Armada ini akan difokuskan untuk mendukung penanganan berbagai kejadian di luar kebakaran.

Data Damkar Buleleng menunjukkan, permintaan layanan penyelamatan justru cukup tinggi. Dalam setahun, petugas menerima sekitar 455 permintaan penanganan kasus nonkebakaran.

“Permintaan penyelamatan sekitar 455 dalam setahun. Tiga kali lipat dari penanganan kebakaran. Paling sering ular, biawak, sarang tawon, termasuk evakuasi korban dan pemotongan cincin,” jelasnya.

Baca juga:  Senderan Tembok Longsor, Tiga Bangunan di Pura Kelembu Hancur

Di sisi lain, Arya mengatakan kebutuhan armada pemadam kebakaran juga masih menjadi perhatian. Sejumlah kendaraan pemadam yang dimiliki saat ini sudah berusia cukup lama. Ia berharap penambahan armada pemadam dapat direalisasikan pada tahun mendatang.

Hal senada disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Ia mengakui kondisi sejumlah armada pemadam kebakaran yang dimiliki Pemkab Buleleng sudah cukup tua. Sutjidra mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya menganggarkan pengadaan sedikitnya dua unit mobil pemadam. Namun, karena keterbatasan anggaran, baru satu unit yang dapat direalisasikan.

“Kita juga prihatin karena mobil Damkar kita sudah lama sekali. Kemarin kita menganggarkan minimal dua, tetapi sekarang hanya terealisasi satu karena masalah anggaran,” kata Sutjidra.

Baca juga:  Oknum Pengurus LPD Anturan Serahkan Uang "Reward" Bisnis Tanah Kaveling

Ia menambahkan, kebutuhan ideal armada pemadam kebakaran di Buleleng setidaknya enam unit. Pemkab Buleleng pun berupaya menambah armada secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Sutjidra menargetkan tambahan dua unit mobil pemadam dapat diupayakan pada tahun depan. Pengadaan akan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk jenis kendaraan yang diperlukan untuk ditempatkan di pos induk maupun pos lainnya.

“Kalau 2027 saya usahakan untuk tambah dua lagi. Kalau anggarannya mencukupi, bisa tiga. Mobil Damkar yang besar harganya mahal, bisa lebih dari Rp2 miliar,” ujarnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN