Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dialihkannya payroll ASN dari Bank BPD atau bank daerah ke Himpunan Bank Negara (Himbara) akan memberi guncangan bagi fiskal daerah disamping bank daerah tersebut yang terdampak secara langsung. Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Darmawijaya Mantra menjelaskan, ada banyak alasan yang membuat kekuatan fiskal daerah melemah.

Rai Mantra sendiri menyatakan ketidaksetujuannya atas isu dialihkannya payroll ASN jika ke depan benar-benar berjalan. Menurutnya, dari sisi dana transfer pemerintah pusat ke daerah yang saat ini sudah berkurang, telah menurunkan jumlah pendapatan daerah. Hal tersebut sudah cukup memberi pengaruh terhadap fiskal daerah.

Baca juga:  Pelaku Pencurian di Villa Mengaku Jaringan Prostitusi Gay

Selanjutnya, penyesuaian DTSEN belakangan ini mengalami banyak perubahan yang ada tingkat kenaikan desil masyarakat sehingga akan menjadi beban atau tanggungan daerah. “Kalau bagi daerah yang fiskalnya kuat (penyesuaian DTSEN) ini tidak masalah. Namun bagi yang fiskalnya lemah akan menyulitkan pembangunan daerah,” katanya.

Kemudian, kata Rai Mantra, bisnis model Bank BPD Bali selama ini telah berjalan, ASN menjadi market terpenting sehingga perubahan bisnis model ini tidak serta merta akan membuat bank daerah ini stabil. Menurutnya, likuiditas BPD dengan payroll ini cukup menguntungkan dengan adanya giro dan tabungan yang menjadi dana murah untuk dikelola.

Baca juga:  Bupati Kembang Dampingi Kapolri Resmikan SPPG Polres Jembrana

Tidak bisa dipungkiri banyak pinjaman ASN yang menjadi aset cukup tinggi bagi BPD Bali. “Artinya dalam hal ini akan bisa mengurangi fiskal dan pendapatan melalui fiskal. Selama ini BPD banyak sahamnya dari pemda, mereka (pemda) juga dapat deviden yang menjadi kekuatan fiskal melalui pendapatan. Kalau ini turun, kan berbahaya juga,” ujarnya.

Sentralisasi aset Danantara ataupun Bank Himbara dari rencana pengalihan payroll ini, kata Rai Mantra, bukan tidak baik. Hanya saja, harus disertai kajian yang mendalam. Perubahan model bisnis menurutnya akan membahayakan bagi bank daerah.

Baca juga:  Pemeriksaan Arus Balik di Pelabuhan Benoa Diperketat

Maka dari itu, isu ini seharusnya tidak terjadi. Hal seperti ini harus disikapi ke depan agar tidak melemahkan fiskal daerah. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN