Petugas bersama warga mengevakuasi IMA dari dasar jurang di timur Pura Taman Beji Giri Kusuma, Petang. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Seorang petani berinisial IMA (74), dikabarkan tidak pulang usai membersihkan ladang di Banjar Sekarmukti, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (6/9). Setelah dilakukan pencarian, IMA ditemukan di dasar jurang di timur Pura Taman Beji Giri Kusuma. Hasil pemeriksaan petugas medis, IMA dinyatakan meninggal.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Senin (7/9) menyampaikan terkait kejadian ini telah dimintai keterangan saksi, NKS (40). Pada Minggu  pukul 10.00 WITA, NKS dihubungi melalui telepon oleh ibu mertuanya yang menyampaikan korban tidak pulang setelah  membersihkan ladang di belakang pondok (rumah sementara).

Baca juga:  Soal Penyegelan SDN 1 Buduk, DPRD Badung akan Cek ke Lokasi

NKS bersama suaminya langsung mendatangi pondok dan melakukan pencariannya. Ia memanggil-manggil. korban tapi tidak ada respon. “Karena melihat ladang yang baru selesai dibersihkan berada di sekitar tepi jurang, saksi (NKS) berinisiatif melakukan pencarian ke sana. Saat menuruni tebing, saksi melihat cangkul milik korban dalam keadaan tersangkut di pohon pisang,” ujarnya.

Selanjutnya NKS melihat ke bawah jurang. Ternyata korban  berada di dasar jurang dalam keadaan tengkurap. Ia langsung memanggil suaminya untuk melihat kondisi korban. Pukul 11.58 WITA, Tim Rescue Kabupaten Badung sebanyak enam orang tiba di lokasi.

Baca juga:  Petani di Kayubihi Nikmati Lonjakan Harga Tomat

Selanjutnya bersama warga serta personel Polsek Petang melaksanakan evakuasi terhadap korban. Korban berhasil dievakuasi sampai ke atas jurang pukul 12.45 WITA. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Petang I untuk mendapatkan pemeriksaan medis, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mangusada Kapal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis, korban dinyatakan meninggal. “Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pengecekan awal di lokasi, korban diduga terpeleset saat melakukan kegiatan membersihkan ladang di sekitar tepi jurang, lalu jatuh ke dasar jurang,” ungkapnya.

Baca juga:  Pascaledakan di Rusunawa Wonocolo, Penjagaan Rusun di Sidoarjo Diperketat

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka mengikhlaskan kepergian korban dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN