
DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam kunjungan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus di Puskesmas Pembantu (Pustu) Dauh Puri, Jumat (28/8), Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meminta dukungan penambahan ambulans untuk fasilitas kesehatan di Denpasar. Pasalnya, sebagian ambulans yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar sudah memerlukan peremajaan.
“Kita sampaikan juga kebutuhan ambulans, karena ada beberapa ambulans yang memang sudah perlu diremajakan,” ujar Jaya Negara di sela-sela menemani kunjungan Wamenkes.
Menurutnya, tambahan ambulans diperlukan untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan dan mendukung mobilitas petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Permintaan tersebut langsung mendapat respons dari Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus. Dia meminta Pemkot Denpasar berkoordinasi dengan bidang sarana dan prasarana Kemenkes, khususnya bagian yang membawahi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. “Silakan nanti dikomunikasikan dengan bidang sarana dan prasarana Kementerian Kesehatan yang membawahi puskesmas,” kata Benjamin.
Dalam kunjungan tersebut, Benjamin meninjau pelayanan kesehatan di Pustu Dauh Puri sekaligus melihat berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang diterapkan di Kota Denpasar. Salah satu yang mendapat perhatian Wamenkes adalah layanan Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat (Damakesmas) yang terintegrasi dengan call center 112.
Layanan tersebut telah berjalan lebih dari tujuh tahun dan memberikan pelayanan kegawatdaruratan selama 24 jam. Benjamin menilai integrasi Damakesmas dengan call center 112 menjadi salah satu terobosan pelayanan kesehatan yang patut diapresiasi.
Melalui layanan tersebut, masyarakat yang mengalami kondisi darurat, baik karena sakit maupun kecelakaan, dapat meminta bantuan petugas kesehatan. “Damakesmas dengan call center 112 punya on call 24 jam buat rakyatnya. Kalau ada orang sakit, baik kecelakaan di jalan ataupun sakit di rumah, melalui call center itu mereka bisa datang,” ujarnya.
Petugas kemudian mendatangi lokasi menggunakan ambulans untuk memberikan pertolongan awal. Apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat langsung dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi medisnya. Menurut Benjamin, pola pelayanan tersebut berpotensi diterapkan di daerah lain di Indonesia. (Widiastuti/bisnisbali)










