Petani di Buleleng diajarkan membudidayakan talas kuning. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 26 Agustus 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Baik untuk Membuat Bendungan, Berikut Ala Ayuning Dewasa 19 Februari 2026

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Cintamanik
Baik untuk melakukan upacara potong rambut.

Kajeng Kliwon Enyitan
Baik untuk memulai membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib

Kajeng Rendetan
Baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah.

Kala Buingrau
Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah.

Kala Jangkut
Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata.

Baca juga:  Mengarah ke Bunuh Diri, Polisi Batal Otopsi Guru SD di Gunaksa

Kala Kutila Manik
Baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya.

Kaleburau
Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Lebur Awu
Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi.

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Prabu Pendah
Tidak baik melakukan upacara pelantikan.

Baca juga:  Hindari Kemacetan Parah Nataru 2024 Terulang, JBT Siapkan Rekayasa Lalin

Purwani
Tidak baik dipakai dewasa.

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Srigati Jenek
Baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacaranya. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN