Puluhan personel gabungan dari Polsek Gianyar, Koramil 01/Gianyar, bersama perangkat desa dan warga setempat melaksanakan aksi gotong royong untuk memperbaiki Bendungan Tukad Sangsang. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka, ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Ribuan Wisatawan Pilih Kunjungi Lombok Daripada Buleleng

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 19 Februari 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Dadig Krana
Baik untuk menanam tebu, mentimun. Tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), bersenggama.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Melaspas, Berikut Ala Ayuning Dewasa 26 September 2025

Kala Dangu
Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian.

Kala Ingsor
Mengandung sifat/tanda-tanda mengecewakan

Kala Rumpuh
Tidak baik untuk pindah rumah, memulai memelihara ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, babi (ternak).

Kala Siyung
Tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.

Kala Upa
Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan).

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.

Baca juga:  Masih Tunggu Ini, Parpol Belum Daftar Caleg ke KPU

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapandes, potong rambut, dll. Tidak baik menggelar Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, dan ngasti.

Titibuwuk
Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul.

Tutur Mandi
Baik untuk melakukan hal yang bersifat gaib (kedyatmikan), memberikan petuah/nasihat. (Sumarthana/balipost)
Foto
Jajaran TNI dan warga bergotong royong memperbaiki bendungan Tukad Sangsang. (BP/istimewa)

BAGIKAN