Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (24/8) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup melemah 24,02 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.501,67. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,64 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,95.

“Bursa regional Asia cenderung melemah seiring pelemahan futures saham Amerika Serikat (AS) menjelang konferensi pers Menteri Keuangan, AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran. Meski Iran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan Teheran,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, di Jakarta, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Jumat 18 Juli 2025

Dari kawasan Asia, investor saat ini menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25-28 Agustus 2026, untuk mencari sinyal kebijakan baru, terutama setelah serangkaian data ekonomi yang mengecewakan dan komitmen pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Dari dalam negeri, IHSG melemah seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap defisit transaksi berjalan yang melebar ke level tertinggi sepanjang sejarah, akibat menyusutnya surplus barang dan meningkatnya biaya impor energi.

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 melebar menjadi 12,5 miliar dolar AS, atau setara dengan 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Baca juga:  Soal Tambahan Kasus COVID-19 Baru Langsung Dicatatkan Sembuh, Ini Penjelasan Bupati Mahayastra

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 1,21 persen, diikuti sektor industri yang naik sebesar 0,15.

Sedangkan, sembilan sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 2,3 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,27 persen dan 0,86 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu PICO, ELIT, SAFE, EKAD, dan CENT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni MEJA, ICON, MPRO, SDMU dan CBTN.

Baca juga:  Tiga Hari Berturut-turut, Nasional Tambah Seratusan Kasus COVID-19

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.171.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,23 miliar lembar saham senilai Rp14,26 triliun. Sebanyak 276 saham naik, 384 saham menurun dan 303 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 0,69 persen ke 65.560,00, indeks Shanghai melemah 0,59 persen ke 3.882,01, indeks Hang Seng melemah 1,89 persen ke 25.517,33, indeks Kospi melemah 3,12 persen ke 6.696,96, dan indeks Strait Times melemah 0,15 persen ke 5.680,69. (kmb/balipost)

BAGIKAN