
NEGARA, BALIPOST.com – Jegog Suar Agung berpartisipasi dalam ajang internasional Jakarta Beat Society 2026 yang digelar Sabtu (22/8) hingga Minggu (23/8). Pementasan gamelan berbahan bambu asal Jembrana ini bersanding dengan sejumlah kelompok seni, musisi dan seniman dari berbagai negara di Benua Asia.
Selama 30 menit, Jegog Suar Agung menampilkan tiga tabuh yang salah satunya karya I Ketut Suwentra (Pekak Jegog), tabuh Damar Hyang. Selain itu, tiga tabuh lainnya di antaranya Pemiketan Tresna, New Mebarung dan Suar Agung Dewi karya dari I Gede Artha Oka Negara.
Ketua Sekaa Jegog Suar Agung, I Gede Oka Artha Negara, Minggu (23/8) mengatakan persiapan untuk penampilan dalam event ini dilakukan sejak dua minggu sebelum pementasan. Sehingga mendapatkan hasil yang maksimal terutama dari empat tabuh yang ditampilkan.
“Secara khusus kita latihan, kita fokus dan serius latihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Penampilan Sekaa Jegog asal Sangkaragung, Jembrana ini di ajang musik internasional, menegaskan eksistensi gamelan khas Jembrana ini mampu bersaing di kancah global khususnya musik tradisional. Jegog memiliki keunikan nada suara yang berpadu dari bilah-bilah bambu dan hanya ada di Jembrana.
Oka Artha yang merupakan putra dari almarhum I Ketut Suwentra (Kak Jegog), kembali mengembangkan sekaa Jegog yang dirintis almarhum ayahnya ke sejumlah even nasional maupun internasional.
Suar Agung vakum satu dekade setelah sempat populer dengan pementasan di sejumlah even internasional di luar negeri. Di bawah kepemimpinan Oka Negara, sekaa ini kembali bangkit dalam pementasan di Jepang pada awal 2026 dan beberapa even nasional maupun internasional termasuk di Jakarta Beat Society. (Surya Dharma/balipost)








