Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyoroti tantangan pariwisata Kuta Utara, mulai dari kemacetan, kebersihan, keamanan hingga pendataan penduduk non-permanen. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pertumbuhan pariwisata di Kuta Utara membawa peluang ekonomi besar, tetapi juga menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa meminta jajaran pemerintahan di tingkat lingkungan memperkuat pelayanan publik, ketertiban penduduk, keamanan, hingga penanganan kemacetan.

Bupati Adi Arnawa, menilai pertumbuhan tersebut harus diikuti dengan kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Ia menyoroti sejumlah tantangan, mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga keamanan.

“Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas,” ujar Bupati Adi Arnawa saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara.

Baca juga:  Pilkada Serentak 2020, Kepastian Tanggal Tunggu KPU RI

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan daya dukung wilayah harus berjalan beriringan agar perkembangan ekonomi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia optimistis pariwisata yang dikelola secara sehat dan berkualitas akan memperkuat daya tarik Badung di mata wisatawan maupun investor. Arus kedatangan wisatawan, pekerja, dan pelaku usaha juga diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya kawasan. “Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang,” ungkapnya.

Baca juga:  KBS Kembali Buka

Karena itu, Adi Arnawa meminta seluruh Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kelian Banjar Dinas menjadi ujung tombak pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya bekerja secara tulus, ikhlas, transparan, serta tetap berada dalam koridor kewenangan.

Salah satu perhatian khusus diarahkan pada pendataan penduduk non-permanen, terutama warga yang tinggal di rumah kos. Pemerintah ingin memastikan data kependudukan tetap valid sekaligus memperkuat ketertiban administrasi dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan lingkungan.

Baca juga:  Ini, Penyebab Tak Sinkronnya Data Naker Migran Bali

Di sisi lain, jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Badung diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan dokumen kependudukan. Pelayanan harus berjalan terbuka dan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku. “Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Untuk menopang perkembangan pariwisata Kuta Utara, Bupati Adi Arnawa mengatakan pihaknya terus mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya jaringan jalan. Pembangunan jalan baru diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus membuka akses ekonomi dan memperlancar mobilitas masyarakat. (Parwata/balipost)

BAGIKAN