SINGASANA, BALIPOST.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat oleh  dari Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bintang Persada melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat: Penguatan Peran Kader Posyandu Melalui Terapi Komplementer dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Untuk Kesehatan Masyarakat Di Desa Kukuh, Marga, Tabanan melalui Terapi Komplementer Dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga menjadi sabun di Desa Tianyar, Kabupaten Karangasem. Kegiatan berlangsung dari  22 Juni  sampai dengan 8  Agustus 2026

Pendanaan kegiatan ini berasal dari Program Hibah Kemdiktisaintek dengan skema Program Pengabdian Kepada Masyarakat Reguler : Pemberdayaan Masyarakat dilaksanakan  pada Tahun 2026. Tim dosen pelaksana adalah apt. Iwan Saka Nugraha, S.Farm., M.Kes. sebagai ketua, Ns Ni Wayan Udayani, S.Kep., M.Kep., dan Ns Ni Made Sukma Widyandari,S.Kep.,M.Kep seebagai anggota bersama 6 orang mahasiswa ITEKES Bintang Persada sebagai tim pelaksana lapangan.

Tim pelaksana PM-BEM Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali, tiba di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem pada Senin 22 Juni 2026. Warga sangat antusias menyambut kedatangan Tim  dosen pelaksana  ITEKES Bintang Persada

Dr. Indra Wiguna Cakera, S.Ked, M.Kes, selaku Kepala Puskesmas Marga II desa Marga tampak hadir menyambut Tim  dosen pelaksana kegiatan. “Kami memang sudah sangat menantikan kedatangan Tim pelaksana Pengabdian Masyarakat ini agar dapat memberikan manfaat yang nyata pada anggota Prolanis,” ujarnya, setelah menyambut kedatangan Tim dosen pelaksana ITEKES Bintang Persada, Senin  (25/6).

Baca juga:  Tak Hanya Diobati Fisik, Penderita Psoriasis Perlu Dijaga Kondisi Psikologisnya

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Desa Kukuh, Kecamatam Marga, Kabupaten Tabanan, dengan melibatkan Kelompok Prolanis, Kader Posyandu, serta masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya lokal  sebagai Terapi Komplementer berbasis Usadha  Dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga. Tim dosen pelaksana Itekes Bintang Persada, melaksanakan serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan yang meliputi:

  1. Pelatihan pembuatan obat terapi komplementer jamu berbahan dasar bunga telang dan buah nenas
  2. Sosialisasi diversifikasi dan diseminasi inovasi teknologi pengelolaan sampah sebagai sabun
  3. Pelatihan pengemasan produk,
  4. Edukasi tentang manfaat pengolahan limbah rumah tangga

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kader posyandu/kelompok Prolanis di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kader dalam pemanfaatan tanaman obat berbasis kearifan lokal Usada Bali sebagai terapi komplementer yang aman serta pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk sabun herbal. Mitra sasaran dalam kegiatan ini berjumlah 20 orang.

Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat secara aman dan tepat sebagai terapi komplementer. Tim memberikan penjelasan mengenai jenis dan pemilihan bahan alami, manfaat tanaman obat, serta penerapannya dalam mendukung upaya kesehatan promotif dan preventif di masyarakat.

Baca juga:  Pengungsi di GOR Swecapura Terserang Tomcat

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader sehingga mereka mampu memberikan informasi kesehatan yang tepat kepada masyarakat di lingkungan posyandu.

Selain edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik langsung pengolahan limbah rumah tangga dan bahan alami menjadi sabun herbal sederhana. Peserta diberikan pelatihan mulai dari pengenalan dan pemilihan bahan, proses formulasi dan pembuatan, hingga pengemasan produk.

Melalui praktik langsung tersebut, kader diharapkan tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.Kegiatan juga mencakup penguatan aspek manajemen sederhana.

Kader didampingi dalam penyusunan jadwal produksi, pengelolaan bahan baku dan alat, pencatatan biaya dan hasil produksi, serta penyusunan administrasi berupa SOP pembuatan dan buku catatan produksi. Pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas manajerial kader sehingga kegiatan dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan.

Selama pelaksanaan kegiatan, kader posyandu/kelompok Prolanis menunjukkan partisipasi aktif dalam proses edukasi, diskusi, pelatihan, dan praktik. Peserta juga didorong untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui praktik langsung pemanfaatan tanaman obat dan pembuatan sabun herbal. Hasil kegiatan diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai bagian dari pelayanan kesehatan promotif dan preventif berbasis masyarakat.

Baca juga:  Turun Dratis, Pasien COVID-19 di RSUD Klungkung

Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi dan pelatihan menggunakan pre-test dan post-test. Selain itu, keterampilan peserta dievaluasi melalui praktik langsung pembuatan produk.

Keberhasilan program ditunjukkan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta serta kemampuan menghasilkan produk sabun herbal dan obat tradisional secara mandiri.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, kegiatan diarahkan agar kader mampu melanjutkan pemanfaatan tanaman obat dan produksi sabun herbal secara mandiri. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif rumah tangga.

Penguatan kemampuan manajemen, penyusunan SOP, pencatatan produksi, serta rencana keberlanjutan menjadi bagian penting agar program tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai. Program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat peran posyandu sebagai pusat pemberdayaan kesehatan masyarakat yang berbasis potensi lokal.

integrasi pemanfaatan tanaman obat, terapi komplementer, pengelolaan limbah rumah tangga, dan produksi sabun herbal menjadi upaya untuk mendukung kesehatan masyarakat, meningkatkan kebersihan dan sanitasi lingkungan, serta mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan teknologi, yang diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan. (Adv/balipost)

BAGIKAN