Keluarga penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar menunggu di Pelabuhan Lembar, NTB. (BP/kmb)

GIRI MENANG, BALIPOST.com – Dilanda rasa khawatir, tangis keluarga pecah saat proses evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin ke Pelabuhan Lembar, pada Rabu (12/8).

Proses evakuasi menggunakan fastboat dan kapal Basarnas. Keluarga yang menunggu di pelabuhan Lembar pun dilanda perasaan khawatir bercampur sedih. Sembari mereka tak henti-hentinya berdoa anggota keluarganya selamat.

Pantauan Suara NTB (Kelompok Media Bali Post) di Pelabuhan Lembar, keluarga penumpang KMP Putri Yasmin sudah menunggu di areal ruang tunggu pelabuhan. Mereka tampak diliputi kekhawatiran menunggu kepastian nasib anggota keluarganya.

Evakuasi penumpang yang dilakukan melalui Dermaga 2 dipadati pihak keluarga. Mereka sambil menangis, mencari informasi apakah Keluarganya selamat atau tidak. Irham salah seorang keluarga penumpang mengatakan dua anggota keluarganya naik di KMP Putri Yasmin yang terbakar.

Baca juga:  Jelang Lebaran, KSOP Padangbai Cek Kelayakan Kapal

“Ada dua anggota keluarga Saya yang baik di sana (KMP Putri Yasmin),”katanya.

Ia dan dua anggota keluarga naik kapal terpisah menuju pelabuhan Lembar. Ia lebih dulu tiba di pelabuhan Lembar. Lalu ia mendapatkan kabar bahwa kapal yang ditumpangi dua anggota keluarganya terbakar sekitar pukul 03.00 WITA. Ia pun diminta berdoa agar Keluarganya selamat.

“Saat itu kondisi panik dan saya diminta berdoa agar keluarga kami selamat,” ujarnya.

Baca juga:  Pembukaan Rakernas V PDIP, Megawati Sampaikan Pidato Politik

Ia sendiri bersama keluarganya ke Lombok untuk bekerja. Keluarga penumpang lain bernama Dini asal Lotim, mengaku delapan anggota keluarganya naik kapal KMP Putri Yasmin. Dari delapan anggota keluarganya itu, baru tiga yang diinformasikan selamat dibawa ke Pelabuhan Padangbai.

Masing-masing satu anak usia tiga tahun, dan dua orang lainnya dewasa atau orang tuanya.

Kondisi ketiganya dari video yang dikirim ke pihak keluarga, dalam keadaan sehat, tidak mengalami luka-luka. Tinggal kata dia lima orang anggota keluarganya.

Baca juga:  Jumlah Kendaraan dan Penumpang Menurun di Pelabuhan Padangbai

Ia menunggu apakah dievaluasi ke Pelabuhan Lembar atau Padangbai. Pihaknya belum bisa menghubungi anggota keluarganya yang selamat tersebut, karena masih dalam penanganan.

Ia mendapat kabar kapal yang ditumpangi anggota keluarganya mengalami kebakaran sekitar pukul 05.00 WITA.

Kaeluarga penumpang lain bernama I Gede, mengatakan anaknya pergi ke Bali dengan dengan tujuan melamar TNI. Anaknya ikut seleksi TNI, tetapi gugur sehingga hendak kembali ke Lombok melalui penyeberangan Padangbai – Lembar.

Ia berharap kondisi anaknya baik-baik saja, karena besar harapan dan cita-citanya menjadi anggotanya TNI. (kmb/Suarantb)

BAGIKAN