
DENPASAR, BALIPOST.com – PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) atau Jamkrida Bali melakukan rebranding dengan meluncurkan logo baru perusahaan. Peluncuran ini digelar dalam acara bertajuk “ELEVATE 15: Transformasi Menuju Nasional”.
Direktur Utama Jamkrida Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana dalam pelaksanaan rebranding di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Senin (10/8) mengatakan momentum 15 tahun perjalanan perusahaan menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi sekaligus menegaskan arah baru Jamkrida Bali melalui transformasi dan rebranding.
Menurutnya, perubahan identitas visual bukan sekadar pembaruan tampilan, melainkan representasi dari semangat baru untuk terus tumbuh, meningkatkan profesionalisme, memperkuat kualitas layanan, dan menjawab tantangan bisnis yang semakin dinamis.
Momentum ini juga menjadi titik awal bagi Jamkrida Bali untuk melangkah dengan semangat yang lebih besar dan visi yang lebih luas. Dengan fondasi yang telah dibangun selama 15 tahun serta dukungan seluruh pemegang saham, mitra kerja, dan pemangku kepentingan, Jamkrida Bali optimistis untuk memperkuat perannya dan memperluas jangkauan hingga ke tingkat nasional.
Langkah tersebut diharapkan dapat membawa Jamkrida Bali menjadi perusahaan penjaminan yang semakin terpercaya, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Bali dan Indonesia.
Logo baru Jamkrida Bali memuat tiga warna utama yang merepresentasikan nilai perusahaan, yakni Trust Blue (kepercayaan, keamanan, integritas), Prosperity Gold (kemakmuran dan keunggulan layanan), dan Sustainable Green (pertumbuhan berkelanjutan). Selain warna, logo baru juga memuat sejumlah elemen simbolis. Siluet Candi Bentar sebagai gerbang keterbukaan akses finansial di Bali.
Monogram huruf “J” yang menegaskan identitas Jamkrida dan sebagai jangkar, fondasi serta poros utama ekosistem penjaminan di Bali. Formasi Upward Trend yang merepresentasikan grafik pertumbuhan ekonomi (bullish trend) dan komitmen mendorong UMKM naik kelas. Tiga Pilar Candlestick yang melambangkan sinergi Penjamin (Jamkrida Bali), Penerima Jaminan dan Terjamin sekaligus nilai Tri Hita Karana.
Dua Anak Panah Dinamis dengan perbedaan tinggi 30% yang merepresentasikan keadilan ekonomi dan efektivitas penjaminan. Sudut Kemiringan 45 Derajat yang merepresentasikan garis pemerataan sempurna dalam prinsip distribusi pendapatan (Kurva Lorenz).
Pergerakan ke Arah Kanan yang melambangkan forward momentum atau pergerakan yang proaktif. Serta Kemiringan 10 derajat yang merepresentasikan konsorsium kepemilikan perusahaan oleh 1 Pemerintah Provinsi Bali dan 9 Pemerintah Kabupaten/Kota.
“Perjalanan 15 tahun Jamkrida Bali tidak mungkin dicapai tanpa kepercayaan, sinergi, dan dukungan dari seluruh mitra serta pemangku kepentingan. Apa yang telah dicapai hingga hari ini merupakan hasil dari kerja bersama. Karena itu, momentum ini bukan hanya tentang merayakan perjalanan 15 tahun, tetapi juga tentang meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih jauh, memberikan layanan yang semakin baik, dan menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Bali dan Indonesia,” ujar Adhi Ardhana.
Selaras dengan transformasi logo, Adhi Ardhana juga memperkenalkan budaya kerja baru yang dirumuskan dalam akronim GAMES: GCG (Good Corporate Governance), Awareness (kesadaran penuh terhadap pekerjaan), Measurement (kinerja terukur), compliancE (kepatuhan terhadap peraturan dan standar operasional), dan Sustainable (penciptaan nilai jangka panjang). Budaya kerja ini menjadi landasan bagi seluruh insan Jamkrida Bali dalam membangun cara kerja yang lebih profesional, disiplin, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Penerapan GAMES diharapkan dapat memperkuat kualitas tata kelola, meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan, serta membentuk budaya organisasi yang adaptif dan berkelanjutan sebagai bagian dari kesiapan Jamkrida Bali untuk tumbuh dan berkembang menuju skala nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama juga memaparkan hasil survei dan pemeringkatan (rating) dari Pefindo, serta memperkenalkan inovasi layanan melalui produk invoice financing sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan mitra dan pelaku usaha.
Sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-15, Jamkrida Bali sebelumnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan. Antara lain, Bakti Sosial di Yayasan Sehati Bali (14 Juni 2026), Bersih-Bersih Pantai Padang Galak, Sanur (12 Juli 2026), Tirta Yatra (21 Juli 2026), hingga CSR penyaluran 5 ton pupuk organik ke Subak Sembung, Peguyangan (5 Agustus 2026), yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan nilai spiritual. (Ketut Winata/balipost)



