Pemain Persib Bandung Patricio Martin Matricardi (kiri) dan pemain Persebaya Surabaya Yuran Fernandes (tengah) dibayangi Kakang Rudianto (kanan) saling berjibaku memperebutkan bola udara pada laga puncak Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8). (BP/suk)

GIANYAR, BALIPOST.com – Penantian panjang Persebaya Surabaya akhirnya berbuah manis. Klub berjuluk Bajul Ijo itu sukses mencatatkan sejarah dengan meraih gelar pertama Piala Presiden setelah menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti 6-5 pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam.

Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri rangkaian turnamen pramusim internasional Piala Presiden 2026 yang berlangsung sejak 25 Juli hingga 6 Agustus. Untuk pertama kalinya sejak turnamen digelar, trofi bergilir Presiden Republik Indonesia dibawa pulang ke Kota Surabaya.

Laga final berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Persebaya lebih dulu membuka keunggulan melalui penyerang Timnas Indonesia, Muhammad Ramadhan Sananta, pada menit ke-20. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit setelah bek Persib Patricio Martín Matricardi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-24.

Baca juga:  Persija Libas Persis, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Tiga Besar Klasemen Super League

Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit pertandingan di tambah babak perpanjangan waktu selesai. Penentuan juara langsung dilakukan melalui adu penalti. Mental para pemain Persebaya terbukti lebih kuat. Persebaya akhirnya keluar sebagai juara usai menang 6-5 dalam adu penalti. Dari tujuh penendang Bajul Ijo, hanya Yuran Fernandes yang gagal. Sedangkan di kubu Persib, ada Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa yang gagal menjalankan tugas.

Meski dimainkan tanpa kehadiran penonton, pertandingan tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua tim saling menampilkan permainan menyerang dan memperlihatkan kualitas sebagai dua kekuatan besar sepak bola nasional menjelang bergulirnya musim kompetisi.

Baca juga:  Tampines Rovers Ditahan Imbang DPMM FC dalam Piala Presiden

Keberhasilan menjadi juara juga membawa keuntungan finansial bagi Persebaya. Selain mengangkat trofi bergengsi, klub asal Surabaya itu berhak atas hadiah sebesar Rp8 miliar.

Sementara itu, Persib Bandung sebagai runner-up menerima hadiah Rp3,5 miliar. Posisi ketiga diraih Persija Jakarta yang mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1 pada laga perebutan tempat ketiga.

Gol Persija dicetak Witan Sulaeman, Arlyansyah Abdulmanan, dan Victor Dethan, sedangkan Arema memperkecil ketertinggalan lewat Salim Akbar Tuharea. Persija membawa pulang hadiah Rp3,5 miliar, sedangkan Arema FC memperoleh Rp1,5 miliar.

Selain penghargaan untuk tim, panitia juga memberikan apresiasi kepada para pemain terbaik turnamen. Gelandang kreatif Persebaya, Francisco Israel Rivera, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) dan menerima hadiah Rp100 juta.

Baca juga:  KONI Bali Miliki 6 Pengprov Cabor Baru

Predikat pencetak gol terbanyak menjadi milik striker Arema FC asal Brasil, Gustavo Henrique Rodrigues, dengan koleksi empat gol. Sementara penghargaan Pemain Muda Terbaik diraih talenta Persija Jakarta, Arlyansyah Abdulmanan, yang tampil impresif sepanjang turnamen.

Gelar juara ini menjadi modal berharga bagi Persebaya untuk menatap kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Lebih dari sekadar trofi pramusim, keberhasilan menaklukkan Persib di partai puncak menjadi penanda bahwa Bajul Ijo siap bersaing dalam perebutan gelar di kompetisi resmi musim ini. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN