Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin HPV maupun MR pada siswa SD Negeri 14 Dauh Puri saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Denpasar, Jumat (7/8). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dimulai di Denpasar sejak Jumat (7/8). Pada hari pertama pelaksanaannya ini menyasar dua sekolah yakni SDN 13 dan 14 Dauh Puri. Total ada 109 anak SD kelas 1 dan kelas 5 yang disasar vaksinasi HPV dan MR.

Berdasarkan pantauan di lapangan, vaksinasi di SDN 14 Dauh Puri diikuti oleh 24 orang siswa kelas 1 dan 30 orang siswa kelas 5. Sementara, di SDN 13 Dauh Puri diikuti oleh 26 orang siswa kelas 1 dan 28 orang siswa kelas 5.

Kepala SDN 14 Dauh Puri, I Wayan Suartawan yang ditemui di sela-sela pelaksanaan imunisasi mengatakan, di SDN 14 Dauh Puri ada 9 siswa yang belum bisa mengikuti vaksinasi pada hari itu karena alasan izin serta masih dalam keadaan sakit. “Untuk kelas 1 itu ada 32 siswa, tidak ikut 8 orang karena sakit dan izin. Sementara untuk kelas 5, dari 31 siswa, tidak ikut 1 orang karena sakit,” katanya.

Bagi siswa yang belum bisa mengikuti vaksinasi di sekolah ini kata Suartawan, akan diarahkan ke puskesmas sesuai arahan petugas kesehatan. Ada dua jenis vaksin yang diberikan kepada anak sekolah sesuai umurnya. Untuk kelas 1 diberikan vaksinasi MR, pencegahan penyakit campak dan rubella. Sementara untuk kelas 5 diberikan vaksinasi HPV untuk pencegahan penyakit kanker serviks. Vaksinasi HPV diberikan kepada siswa lelaki dan perempuan.

Baca juga:  Di Tengah Pandemi, Animo Sekolahkan Anak ke Perguruan Tinggi Menurun

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. AA Ayu Chandradewi mengatakan, vaksinasi HPV juga menyasar siswa lelaki dikarenakan HPV merupakan virus yang bisa menyebabkan penyakit seperti kutil kelamin, kanker anus, kanker penis, kanker mulut dan tenggorokan. Untuk itu penting bagai anak lelaki mendapatkan vaksinasi sejak dini untuk kekebalan tubuh.

Koordinasi masing-masing puskesmas dengan sekolah untuk penentuan jadwal saat ini masih berlangsung. Dengan itu, pemberian vaksinasi belum bisa serentak dilakukan pada hari yang sama. Meski demikian vaksinasi MR dan HPV dipastikan berjalan pada Agustus di seluruh wilayah di Denpasar. “Untuk cakupan pencapaiannya nanti di Desember baru bisa diketahui,” katanya.

Baca juga:  Menkes Canangkan Imunisasi JE di Tabanan

BIAS di Denpasar kata dia, dimulai Agustus dan akan berlangsung hingga November nanti yang menyasar 41.904 siswa SD kelas 1, 2 dan 5. Adapun rinciannya terdiri dari 13.800 siswa kelas 1, 13.858 siswa kelas 2, serta 14.246 siswa kelas 5. Program BIAS ini menyasar sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, dan sekolah sederajat lainnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, ketersediaan vaksin pun dipastikan telah aman. “Dinas Kesehatan telah menyiapkan empat jenis vaksin, yaitu vaksin MR, HPV, Td, dan DT,” katanya.

Stok yang disediakan meliputi 1.732 vial atau setara 17.320 dosis vaksin MR untuk siswa kelas 1. Kemudian 14.246 vial atau dosis vaksin HPV khusus bagi siswa kelas 5. Selain itu, disiapkan pula 2.811 vial atau 28.110 dosis vaksin Td untuk siswa kelas 2 dan 5. Serta 1.386 vial atau 13.860 dosis vaksin DT untuk siswa kelas 1.

Pelaksanaan pemberian vaksin ini dibagi dalam dua tahapan bulan. “Pada bulan Agustus 2026, anak-anak kelas 1 akan mendapatkan imunisasi campak dan rubela atau MR,” katanya.

Baca juga:  Denpasar Perpanjang Masa Belajar di Rumah, Sekolah Tak Perlu Lakukan Evaluasi Pembelajaran

Pada bulan yang sama, siswa kelas 5 juga menerima imunisasi HPV. Selanjutnya pada bulan November 2026, anak kelas 1 akan kembali menerima imunisasi lanjutan berupa vaksin DT. Pada bulan yang sama, siswa kelas 2 dan kelas 5 akan mendapatkan imunisasi Td.

Chandrawati mengatakan, pemberian vaksin lanjutan dilakukan tepat pada momen ketika tingkat kekebalan tubuh dari imunisasi dasar sebelumnya mulai menurun. Oleh karena itu, usia anak yang duduk di bangku kelas satu, dua, dan lima SD merupakan waktu paling ideal dan tepat untuk menerima vaksin penguat sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kami berharap kekebalan tubuh anak-anak dapat terjaga secara optimal hingga mereka tumbuh menjadi remaja. Perlindungan dini terhadap infeksi berbahaya seperti campak, rubela, difteri, tetanus, hingga virus HPV menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda Denpasar yang sehat dan tangguh,” paparnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN