Anak Agung Ngurah Bagus Adibrata Hanulup. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rasa syukur dan tidak percaya menyelimuti Anak Agung Ngurah Bagus Adibrata Hanulup setelah dinyatakan lolos sebagai wakil Bali dalam Pagelaran Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) Tahun 2026 tingkat nasional.

Remaja kelahiran Denpasar, 6 Januari 2010, dengan jenis suara bass itu berhasil meraih nilai 1.211 dan menjadi satu dari empat talenta muda yang akan membawa nama Pulau Dewata di ajang nasional.

Bagus Adibrata akan bergabung bersama ratusan penyanyi dan pemusik terbaik dari seluruh Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

Di balik keberhasilannya, siswa SMAN 3 Denpasar itu mengaku sempat tidak menyangka bisa lolos hingga tingkat nasional.

“Saya senang dan kaget, tidak menyangka bisa lolos mewakili Bali di tingkat nasional. Saya bersyukur sudah dipercaya,” ujarnya saat diwawancara Bali Post, Sabtu (1/8).

Bagi putra pasangan dari I Gusti Ngurah Gede Agung dan Sagung Lila Laksmi Utari, kesempatan ini bukan sekadar mengikuti sebuah pagelaran seni, tetapi menjadi amanah besar untuk membawa nama Bali di tingkat nasional.

Baca juga:  Wujudkan Mimpi Tertunda, Adiel Mintarja Wakili Bali di GBN 2026

“Saya merasa diberi kesempatan besar dan dipercaya untuk membawa nama Bali di GBN tingkat nasional,” katanya.

Meski memiliki pengalaman mengikuti pembinaan vokal, Bagus Adibrata mengaku sejak awal belum sepenuhnya yakin mampu melewati seleksi. Keraguan itu dihadapi dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin melalui latihan musikalitas bersama sejumlah pembimbing profesional.

“Sebenarnya belum terlalu yakin. Tapi saya sudah mempersiapkan diri secara maksimal dengan mengikuti bimbingan musikalitas dari beberapa profesional,” ungkapnya.

Persiapan intensif dilakukan sejak mengetahui adanya seleksi GBN sekitar satu bulan lalu. Namun, bekal latihan vokal yang telah dijalaninya sebelumnya menjadi modal penting saat menghadapi tahapan seleksi.

Selama proses tersebut, tantangan terbesar justru datang dari upaya membagi waktu antara latihan dan kewajibannya sebagai pelajar di SMAN 3 Denpasar.

“Membagi waktu mengikuti seleksi dan kegiatan belajar menjadi tantangan paling berat,” tuturnya.

Keraguan sempat menghampiri ketika proses seleksi berlangsung. Namun dukungan penuh dari orang tua membuatnya tetap percaya diri untuk terus berusaha.

“Iya, sempat ragu. Tetapi saya tetap berjalan dan melakukan yang terbaik karena proses seleksi masih berlangsung dan saya sangat didukung oleh orang tua,” katanya.

Baca juga:  Wakil Bali dalam GBN 2026, Nathan Shane Gunawan Sudah Tekuni Paduan Suara Sejak 11 Tahun

Menurutnya, kunci keberhasilannya hingga mampu meraih nilai tinggi adalah konsistensi berlatih dan keberanian mencoba berbagai kompetisi.

“Latihan dan belajar secara tekun serta mau mencoba mengikuti lomba menjadi kuncinya,” ujarnya.

Pengalaman mengikuti seleksi GBN juga memberikan kesan berbeda dibandingkan kompetisi vokal yang pernah diikutinya. Ia mengaku senang dapat bertemu peserta-peserta berbakat dari berbagai daerah di Bali yang memiliki tujuan sama.

“Dapat bertemu peserta yang memiliki tujuan yang sama sehingga interaksi sesama sangat baik dan positif. Saya juga bisa menunjukkan kemampuan suara saya secara maksimal kepada juri,” katanya.

Dari seluruh proses itu, Bagus Adibrata menyadari pentingnya mempersiapkan materi secara lebih matang untuk menghadapi ajang-ajang serupa di masa mendatang.

“Saya sadar perlu mempersiapkan materi seleksi lebih baik lagi untuk ke depan,” ucapnya.

Kini, perhatiannya tertuju ke Jakarta. Ia mengaku paling menantikan pengalaman bertemu teman-teman baru dari seluruh Nusantara sekaligus tampil dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain memperoleh pengalaman nasional, ia ingin memberikan penghormatan terbaik melalui penampilannya pada perayaan HUT ke-81 RI.

Baca juga:  Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Dipimpin Enam Pemuka Agama

Sebagai wakil Bali, Bagus Adibrata ingin menunjukkan bahwa generasi muda Pulau Dewata memiliki talenta, komitmen, serta mampu menjaga kepercayaan yang diberikan.

“Saya merasa tidak terbebani. Saya akan menjaga kepercayaan daerah Bali,” tegasnya.

Di luar dunia musik, Bagus memiliki cita-cita menjadi seorang teknisi dirgantara. Menurutnya, prestasi di bidang musik akan menjadi nilai tambah yang mendukung perjalanan meraih impian tersebut.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tua dan SMAN 3 Denpasar yang selama ini memberikan dukungan penuh.

“Saya ingin memberikan penghormatan dan rasa syukur yang terbaik kepada orang tua dan sekolah saya,” katanya.

Kepada generasi muda Bali yang masih ragu mengejar mimpi di bidang seni, Bagus berpesan agar tidak membandingkan diri dengan orang lain.

“Life is a journey, not a race. Jangan membandingkan diri dengan yang lain. Bandingkan progres kamu dengan masa lalu hingga sekarang,” pesannya.

Ke depan, Bagus berharap dapat terus meraih prestasi, baik akademik maupun nonakademik, sebagai bekal mewujudkan cita-citanya sekaligus menjadi pribadi yang dapat diandalkan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN