Petugas berusaha memadamkan api yang membakar dua bangunan penyimpanan gabah milik warga di Banjar Dinas Carik Agung, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dua bangunan penyimpanan gabah (gelebeg) milik warga di Banjar Dinas Carik Agung, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, ludes dilalap api, Kamis (30/7) pagi. Kebakaran yang menghanguskan bangunan penyimpanan gabah tersebut diduga dipicu bara dupa yang masih menyala usai digunakan untuk persembahyangan.

Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp80 juta. Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 07.20 WITA. Bangunan yang terbakar merupakan milik Nyoman Puspadana (81).

Baca juga:  DPRD Buleleng Usulkan Pemkab Berhenti dari Kepesertaan BPJS

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pada Rabu (29/7) sekitar pukul 18.00 WITA korban melaksanakan persembahyangan di rumahnya. Setelah selesai sembahyang, korban meletakkan banten beserta dupa yang masih menyala di dalam gelebeg.

Malam harinya sekitar pukul 22.00 WITA, korban meninggalkan rumah untuk makemit (berjaga) di Pura Melanting.

Keesokan paginya, korban mendapat kabar dari anaknya bahwa gelebeg miliknya terbakar. Saat tiba di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran.

“Korban diberi tahu oleh anaknya bahwa telah terjadi kebakaran di rumah. Saat tiba di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran,” ujar Iptu Yohana.

Baca juga:  Bali Miliki 3.000 Anak Terlantar

Di dalam gelebeg tersebut tersimpan gabah dan perlengkapan persembahyangan yang mudah terbakar. Polisi menduga bara api dari dupa yang belum padam menyambar material di dalam bangunan hingga api membesar dan menghanguskan dua gelebeg.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar. Seorang saksi yang mendapat informasi adanya kebakaran langsung menuju lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30 Wita.

Baca juga:  Mangku Sugia Setiba Dari Mekemit Terkejut Lihat Istri Gantung Diri

Akibat kebakaran tersebut, kedua bangunan gelebeg mengalami kerusakan berat dengan bagian atap habis terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp80 juta.

Iptu Yohana menambahkan, korban memilih tidak melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seririt. Korban menganggap kebakaran itu sebagai musibah dan menduga peristiwa tersebut terjadi akibat kelalaiannya sendiri.

“Korban mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak membuat laporan polisi,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN