
DENPASAR, BALIPOST.com – Produk furnitur jadi atau ready-made mulai ditinggalkan. Konsumen saat ini lebih menyukai fleksibilitas dan memilih custom-made furniture yang disesuaikan dengan gaya hidupnya. Demikian disampaikan Furniture Spesialist, Daniesh Musthafa terkait tren furnitur saat ini.
Daniesh yang sudah 18 tahun menggeluti bisnis furnitur ini menilai adanya pergeseran preferensi konsumen. Jika beberapa tahun lalu pasar lebih menyukai produk jadi (ready-made) demi kepraktisan, kini konsumen lebih menginginkan furnitur unik yang mencerminkan personalitas serta kebutuhan spesifik hunian mereka.
Ia pun mengakui produk custom-made ini banyak diminta di berbagai proyek rumah pribadi, vila, hingga hotel-hotel ternama di Bali yang digarapnya lewat Lime Soda Furniture.
“Kami menyesuaikan furnitur dengan karakter dan kebiasaan pemilik. Misalnya untuk kitchen set, tingginya disesuaikan dengan rata-rata tinggi badan penghuni, atau jumlah rak bumbu disesuaikan dengan kebiasaan memasak mereka,” ungkapnya.
Tren custom-made dinilainya tak terlepas dari keperluan konsumen yang berbeda-beda dan anggaran yang dimiliki. Lewat produk custom, konsumen bisa memilih sesuai anggaran. “Konsumen bebas memilih bahan sesuai anggaran, mulai dari kain sofa harga seratus ribu hingga jutaan rupiah per meter,” jelas Daniesh.
Tren ini juga yang membuat Daniesh memutuskan untuk mengusung bisnis baru berbasis shop-in-shop. Dalam artian, ia tak lagi hanya fokus di workshopnya, melainkan berkolaborasi dengan toko peralatan rumah tangga sehingga bisa mengintegrasikan kebutuhan dalam mendesain hunian.
“Di sini konsumen bisa langsung mengintegrasikan furnitur mereka dengan TV, kulkas, oven, kompor, hingga exhaust hood. Bahkan, kami bisa mengaplikasikan teknologi modern seperti exhaust hood otomatis atau sistem pull-up hanger untuk lemari tinggi,” tambah Daniesh.
Diakui pelaku industri ritel furniture dan elektronik, Richie Caisar Bumi, saat ini tren hunian memang cenderung ke custom-made. “Saat ini, masyarakat tidak hanya mencari perabot atau barang elektronik siap pakai, tetapi juga merindukan desain ruangan yang mampu mencerminkan karakter unik pemiliknya,” ujar pria yang merupakan Direktur Grand Bumi Mas ini.
Ia pun sepakat jika kolaborasi sangat diperlukan untuk melengkapi kebutuhan pelanggan sekaligus memperkuat posisi sebagai destinasi one-stop shopping terdepan bagi masyarakat Bali.
“Kami ingin menjadi toko one-stop shopping yang benar-benar lengkap untuk masyarakat Bali. Melalui kehadiran custom furniture, pelanggan kini bisa menyatukan dan mengintegrasikan secara presisi antara produk elektronik yang dibeli di tempat kami dengan desain interior atau furnitur yang mereka impikan,” ujar Richie.
Melalui kolaborasi ini, seluruh kebutuhan pengisian hunian, mulai dari perangkat elektronik hingga perabot, dapat dikombinasikan secara efisien sesuai anggaran pelanggan (budget). Material furnitur maupun spesifikasi elektronik dapat disesuaikan untuk jangkauan pasar yang luas, mulai dari kelas low-end hingga premium. (Diah Dewi/balipost)



