
GIANYAR, BALIPOST.com – Bali United kembali membuat gebrakan di bursa transfer jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa lini belakang musim lalu, Serdadu Tridatu resmi mendatangkan bek berpengalaman asal Finlandia, Thomas Anton Rudolph Lam, untuk memperkokoh sektor pertahanan.
Kepastian bergabungnya pemain berusia 32 tahun itu diumumkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri, pada Selasa (21/7). Kehadiran Thomas Lam diharapkan menjadi solusi atas rapuhnya lini belakang Bali United sekaligus membawa tim bersaing di papan atas musim ini.
“Melihat evaluasi musim lalu khususnya di lini belakang, kami melihat butuh tambahan untuk pemain di sektor pertahanan. Setelah berkomunikasi dengan tim pelatih, kami melihat Thomas Lam menjadi pilihan terbaik untuk memperkuat Bali United di musim ini. Mudah-mudahan dia bisa membantu tim ini disiplin dalam pertahanan dan produktif dalam mencetak gol sehingga peringkat klasemen lebih baik di musim ini,” ujar Yabes Tanuri.
Thomas Lam bukan nama asing di sepak bola Eropa. Bek tengah dengan tinggi badan 188 sentimeter itu mengawali karier di akademi Amsterdam Football Club sebelum bergabung dengan akademi AZ Alkmaar.
Menariknya, pada musim 2013/2014 ia pernah menjadi rekan setim gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, saat keduanya memperkuat AZ Alkmaar U-21. Setahun kemudian, karier keduanya berpisah. Thom Haye naik ke tim utama AZ Alkmaar, sedangkan Thomas memilih bergabung dengan PEC Zwolle.
Karier Thomas bersama PEC Zwolle juga memiliki benang merah dengan Bali United. Pada musim 2023/2024, ia dilatih oleh pelatih kepala Bali United saat ini, Johnny Jansen, sekaligus bermain satu tim dengan penjaga gawang Bali United, Mike Hauptmeijer. Kedekatan tersebut diyakini akan mempermudah proses adaptasinya bersama Serdadu Tridatu.
Sepanjang karier profesionalnya, Thomas Lam telah merasakan atmosfer kompetisi di berbagai negara. Ia pernah membela Nottingham Forest di Inggris, FC Twente dan PEC Zwolle di Belanda, Melbourne City di Australia, hingga Apollon Limassol di Siprus sebelum akhirnya menerima tantangan baru di kompetisi Indonesia.
Pengalaman panjang di berbagai liga Eropa dan Australia menjadi modal berharga bagi pemain berdarah Belanda tersebut untuk mengawal lini belakang Bali United yang tengah dibangun lebih solid menghadapi musim baru.
Kehadiran Thomas Lam sekaligus menegaskan keseriusan Bali United membenahi sektor pertahanan demi kembali bersaing memperebutkan gelar juara Super League 2026/2027. Dengan pengalaman internasional yang dimiliki, ia diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin di lini belakang, tetapi juga mampu memberi kontribusi saat situasi bola mati untuk menambah produktivitas gol Serdadu Tridatu. (Suka Adnyana/balipost)










