Peserta Paskibraka Karangasem saat menjalani latihan. Satu Paskibraka mengundurkan diri diduga karena persoalan keluarga. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Paskibraka Kabupaten Karangasem saat ini telah menjalani proses latihan untuk tampil pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026. Hanya saja, satu Paskibraka dari SMAN 1 Kubu mengundurkan diri karena diduga ada persoalan keluarga.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karangasem, I Ketut Indra Sutawan membenarkan jika satu orang Paskibraka mengundurkan diri. “Surat pengunduran dirinya sudah kami terima, terkait alasan, kami tidak bisa kasih tahu. Karena itu bersifat subjektif kami tidak mau ikut campur karena masalah di internal,” ucapnya.

Baca juga:  Presiden Kukuhkan Anggota Paskibraka 2017

Sutawan mengungkapkan, setelah surat pengunduran diri dari salah satu peserta diterima, pihaknya langsung mencari penggantinya supaya sang pengganti tidak ketinggalan materi latihan. Penggantinya merupakan peserta yang peringkatnya lebih rendah saat seleksi sebelumnya.

“Paskibra yang mengundurkan diri tersebut sama sekali tidak pernah mengikuti kegiatan sejak awal setelah dinyatakan lolos. Mulai dari persiapan, pengukuran seragam, sepatu dan yang lainnya, ia tidak pernah hadir. Hingga akhirnya yang bersangkutan mengaku ingin mengundurkan diri,” katanya sembari menyatakan, jumlah Paskibraka sebanyak 50 orang yang mengikuti pelatihan terdiri dari 25 laki-laki dan 25 perempuan.

Baca juga:  Bupati, Wabup dan Sekda Karangasem Berikan Pembekalan Strategis kepada Alumni Paskibraka 2025 dan Capaska 2026

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kubu, I Ketut Suba mengatakan, berdasarkan informasi dari guru BK, dikatakan bahwa siswa tersebut mengundurkan diri dari Paskibraka karena permasalahan keluarga. Hanya saja, pihaknya tidak tahu pasti permasalahannya karena belum sempat bertemu langsung dengan siswa tersebut.

“Sebelum pemusatan latihan, kami sempat undang untuk pembekalan bersama siswa lain yang juga lolos, tapi yang bersangkutan tidak hadir. Kami juga belum bisa bertemu karena beberapa kali dihubungi tidak dijawab. Kemungkinan setelah mulai belajar seperti biasa akan dipanggil siswa tersebut untuk dimintai keterangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga siswanya harus mengundurkan diri dari Paskibraka,” kata Suba. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  BPIP Sebut Anggota Paskibraka Dikukuhkan 13 Agustus 2025
BAGIKAN