
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pelaku kriminal asing kerap menyusup dan melakukan aksinya di Bali, terutama melakukan penculikan dan penembakan. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai melakukan antisipasi dengan memperkuat sinergitas lintas instansi. Tujuannya mempercepat koordinasi jika ada WNA terlibat kriminal yang hendak masuk maupun keluar Pulau Dewata.
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai, Ipda Gede Suka Artana, Jumat (17/7) menjelaskan sinergi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Angkasa Pura, Avsec, serta instansi terkait lainnya, terus diperkuat. Hal ini penting dilakukan dalam upaya mencegah WNA yang diduga terlibat tindak pidana melarikan diri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Upaya pencegahan dilakukan melalui pertukaran informasi secara cepat, koordinasi intensif, serta pemantauan terhadap WNA yang menjadi target pencarian atau diduga terlibat perkara pidana. “Apabila terdapat informasi dari penyidik mengenai WNA yang akan bepergian ke luar negeri, Polres Bandara Ngurah Rai segera berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Secara teknis, Ipda Suka menjelaskan koordinasi dilakukan melalui komunikasi dan pertukaran data antarinstansi, baik secara langsung maupun melalui saluran komunikasi resmi. Selanjutnya dilakukan pengecekan identitas dan dokumen perjalanan oleh petugas Imigrasi, sementara personel Polres bersama Avsec melaksanakan pengamanan dan tindakan kepolisian apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau adanya permintaan penangkapan dari penyidik.
“Dengan sinergi yang baik antar instansi ini diharapkan setiap upaya pelarian pelaku tindak pidana melalui jalur penerbangan dapat dicegah secara cepat, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










